Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Pusing ...?


PUSING??? Mungkin itulah yang sering diucapkan masyarakat menjelang Pilpres. Apakah karena semua calon sama-sama baik atau Jelek kualitasnya di mata masyarakat? Cuma masyarakat yang tahu. Setiap calon mengutamakan program-program yang mensejahterakan masyrakat kecil, dengan visi-misi ekonomi kerakyatan, mungkin pada masa-masa kampanye inilah masyarakat yang sudah jenuh dengan program dan janji politikus merasa di manjakan kembali dengan janji-janji dan sang calon. Setiap calon berupaya untuk dekat dengan masyarakat, apalagi masyarakat kecil yang selama ini terabaikan, mereka berlomba-lomba menjadi pahlawan rakyat kecil, apa ini Cuma janji waktu kampanye saja????. Saya harap tidak begitu dan saya harapkan pemerintahan yang mendatang betul-bertul peduli dengan masyarakat kecil.

Apalagi masyarakat minang saat ini dibingungkan dengan pilihannya. Semua calon mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Ranahminang. JK merupakan sumandonya orang minang (Batusangkar) dan Megawati suaminya pun orang minang (Batusangkar) sedangkan SBY juga mempunyai hubungan yang dekat dengan ranahminang bahkan mendapat gelar adat dari Pagaruyung dan mendapat dukungan dari tokoh minang. Apakah dengan terpilihnya salah satu diantara capres tersebut akan menambah tokoh minang yang berkiprah di pentas nasional? Kita harapkan memang begitu karna sejak Reformasi ini sedikit sekali Putra minang yang duduk di kabinet beda pada waktu Orde baru dulu, pada saat itu tokoh-tokoh minang sangat di perhitungkan didalam perpolitikan nasional dan pemerintahan.

Pusing


PUSING??? Mungkin itulah yang sering diucapkan masyarakat menjelang Pilpres. Apakah karena semua calon sama-sama baik atau Jelek kualitasnya di mata masyarakat? Cuma masyarakat yang tahu. Setiap calon mengutamakan program-program yang mensejahterakan masyrakat kecil, dengan visi-misi ekonomi kerakyatan, mungkin pada masa-masa kampanye inilah masyarakat yang sudah jenuh dengan program dan janji politikus merasa di manjakan kembali dengan janji-janji dan sang calon. Setiap calon berupaya untuk dekat dengan masyarakat, apalagi masyarakat kecil yang selama ini terabaikan, mereka berlomba-lomba menjadi pahlawan rakyat kecil, apa ini Cuma janji waktu kampanye saja????. Saya harap tidak begitu dan saya harapkan pemerintahan yang mendatang betul-bertul peduli dengan masyarakat kecil.

Apalagi masyarakat minang saat ini dibingungkan dengan pilihannya. Semua calon mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Ranahminang. JK merupakan sumandonya orang minang (Batusangkar) dan Megawati suaminya pun orang minang (Batusangkar) sedangkan SBY juga mempunyai hubungan yang dekat dengan ranahminang bahkan mendapat gelar adat dari Pagaruyung dan mendapat dukungan dari tokoh minang. Apakah dengan terpilihnya salah satu diantara capres tersebut akan menambah tokoh minang yang berkiprah di pentas nasional? Kita harapkan memang begitu karna sejak Reformasi ini sedikit sekali Putra minang yang duduk di kabinet beda pada waktu Orde baru dulu, pada saat itu tokoh-tokoh minang sangat di perhitungkan didalam perpolitikan nasional dan pemerintahan.

Yang Di Pertuan Sultan Alam Muningsyah

Tuanku Raja Muning Alamsyah atau juga yang disebut Yang Dipertuan Sultan Alam Muningsyah adalah raja alam Pagaruyung yang secara luar biasa selamat dari tragedi pembunuhan di Koto Tangah, Tanah Datar pada tahun 1809 dalam masa Perang Paderi berkecamuk di Minangkabau. Tahun terjadinya tragedi ini dipertikaikan.

Christine Dobin mencatatkan dalam Kebangkitan Islam Dalam Ekonomi Petani Yang Sedang Berubah, (Inis, Jakarta 1992) tragedi tersebut terjadi pada tahun 1815, sebagaimana yang juga ditulis Rusli Amran dalam Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang, (Sinar Harapan, Jakarta 1981).

Menurut A.A.Navis dalam Alam Terkembang Jadi Guru (Penerbit PT Pustaka Grafiti pers, Jakarta 1984 cetakan pertama) tragedi tersebut bermula dari pertengkaran antara kaum Paderi dengan kaum adat yang diwakili oleh raja beserta pembesar kerajaan lainnya. Menurut MD Mansur dkk.dalam Sejarah Minangkabau (Penerbit Bharata, Jakarta, 1970) perundingan tersebut diadakan pada tahun 1809. Padamulanya dilakukan dengan iktikad baik oleh Tuanku Lintau, telah beralih menjadi sebuah pertengkaran. Menurut Muhamad Radjab dalam bukunya Perang Paderi, (Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1964 cetakan kedua) hal itu terjadi juga pada tahun 18009.

Karena ikut campurnya Tuanku Lelo, salah seorang tokoh Paderi yang ambisius dari Tapanuli Selatan. Beberapa orang dari keluarga raja seperti Tuanku Rajo Naro, Tuanku di Talang dan seorang putra raja lainnya dituduh tidak menjalankan aqidah Islam secara benar, oleh karena itu mereka anggap kapir dan harus dibunuh. Perundingan berubah menjadi pertengkaran dan berlanjut menjadi pembunuhan. Semua rombongan raja beserta Basa Ampek Balai dan para penghulu lainnya terbunuh. Daulat Yang Dipertuan Muningsyah dapat menyelamatkan dengan cara yang ajaib sekali. Baginda bersama cucu perempuannya Puti Reno Sori menghindar ke Lubuk Jambi Kuantan.

Menurut silsilah raja-raja Pagaruyung, Puti Reno Sori bersaudara dengan Sultan Alam Bagagar Syah, pada masa yang sama menyingkir ke Padang. Sultan Alam Bagagar Syah, Puti Reno Sori dan tiga saudara mereka lainnya adalah anak dari Tuan Gadih Puti Reno Janji dan ayahnya Yang Dipertuan Fatah. Sewaktu Sultan Alam Bagagar Syah dinobatkan menjadi raja alam menggantikan datuknya Sultan Alam Muningsyah, saudara sepupunya Sultan Abdul Jalil yang berada di Buo dikukuhkan menjadi Raja Adat dengan gelar Yang Dipertuan Sembahyang.
A.A. Navis dalam Alam Terkembang Jadi Guru, mencatat bahwa Daulat Yang Dipertuan Muningsyah wafat pada 1825 dalam usia 80 tahun. Baginda makamkan di pemakaman raja-raja Minangkabau, ustano rajo di Pagaruyung.
* Disarikan oleh : Puti Reno Raudha Thaib)

Yang Dipertuan Gadis

Gelar Yang Dipertuan Gadis (Tuwan Gadih) bagi perempuan keturunan Raja Pagaruyung di dalam Tambo Pagaruyung pertama kali dijumpai pada generasi ke XI yang dipakai oleh Puti Reno Maharani yang menjadi Rajo Pusako (Raja Adat) ke 3 di Buo.

Dia adalah anak dari Puti Reno Marak Rindang Ranggowani dengan Tuanku Rajo di Buo (Raja Adat ke II). Gelar Tuan Gadih ke II diwariskan kepada Puti Reno Nalo Nali anak dari Tuan Gadih Puti Reno Maharani dengan Rajo Bagewang II (Tuan Titah ke V).

Tuan Gadih ke III adalah Puti Reno Jalito anak Tuan Gadih Puti Reno Nalo Nali dengan Tuan Titah VI. Tuan Gadih ke IV adalah Puti Reno Pomaisuri anak dari Tuan Gadih Puti Reno Jalito dengan Daulat Yang Dipertuan Batu Hitam Raja Alam Pagaruyung. Tuan Gadih Pomaisuri adalah permaisuri dari Yam Tuan Bakilap Alam (Daulat Yang Dipertuan Sulthan Alif I) yang menjadi Raja Alam, Raja Adat dan Raja Ibadat sekaligus. Pada masanya (diperkirakan tahun 1580) Istana Pagaruyung dipindahkan ke Melayu Ujung Kapalo Koto di Balai Janggo Pagaruyung, sekaligus menandai era keIslaman dalam kerajaan tersebut.

Anaknya Puti Reno Rampiang memakai gelar Tuan Gadih ke V. Puti Reno Baruaci anak dari Puti Reno Rampiang Tuan Gadih ke V dengan Yamtuan Rajo Samik I (Raja Ibadat) di Sumpur memakai gelar Tuan Gadih ke VI. Puti Reno Kuniang anak dari Puti Reno Baruaci Tuan Gadih ke VI dengan Daulat Yang Dipertuan Paduka Sri Sulthan Ahmadsyah (Yam Tuan Rajo Barandangan (Raja Alam) diperkirakan tahun 1670 memakai gelar Tuan Gadih ke VII sekaligus menjadi Raja Adat. Puti Reno Janggo anak dari Puti Reno Kuniang dengan Yam Tuan Rajo Pingai memakai gelar Tuan Gadih ke VIII sekaligus menjadi Raja Adat.

Puti Reno Suto anak dari Puti Reno Janggo dengan Daulat Yang Dipertuan Raja Bagagarsyah Alam (Yam Tuan Jambang Raja Alam di Balai Janggo memakai gelar Tuan Gadih ke IX sekaligus menjadi Raja Adat berkedudukan di Balai Janggo Pagaruyung. Puti Reno Aluih memakai gelar Tuan Gadih ke X adalah anak dari Puti Reno Janggo Tuan Gadih ke IX dengan Yam Tuan Rajo Gamuyang (Tuan Titah ke XII). Puti Reno Janji memakai gelar Tuan Gadih ke XI adalah anak dari Puti Reno Aluih Tuan Gadih ke X dengan Yam Tuan Balambangan (Makhudum Sumanik). Puti Reno Sori memakai gelar Tuan Gadih ke XII adalah anak dari Puti Reno Janji Tuan Gadih ke XI dengan Daulat Yang Dipertuan Sulthan Alam Muningsyah II (Raja Alam pada tahun 1780). Puti Reno Sumpu memakai gelar Tuan Gadih XIII adalah anak dari Puti Reno Sori Tuan Gadih ke XII dengan Daulat Yang Dipertuan Sulthan Abdul Jalil (Yam Tuan Garang atau Yang Dipertuan Sembahyang, Raja Adat).

Puti Reno Sumpu ini mewarisi Raja Alam, Raja Adat dan Raja Ibadat setelah mamaknya Sulthan Alam Bagagarsyah (Yang Dipertuan Hitam, Raja Alam) dibuang Belanda ke Betawi dan ayahnya Sulthan Abdul Jalil(Raja Adat) mangkat. Puti Reno Saiyah memakai gelar Tuan Gadih ke XIV (Tuan Gadih Mudo) adalah anak dari Puti Reno Sumpu Tuan Gadih ke XIII dengan Sutan Mangun Tuah anak dari Sulthan Alam Bagagarsyah (Tuan Titah ke XVI). Tuan Gadih ke XV adalah anak-anak dari Puti Reno Saiyah Tuan Gadih ke XIV dengan Sutan Badrunsyah (cucu dari Sulthan Alam Bagagarsyah) yaitu: Puti Reno Aminah memakai gelar Tuan Gadih Hitam, Puti Reno Halimah memakai gelar Tuan Gadih Uniang dan Puti Reno Fatimah memakai gelar Tuan Gadih Etek. Dan sekarang yang memakai gelar Tuan Gadih ke XVI adalah Puti Reno Dismah Tuan Gadih Gadang (anak dari Tuan Gadih Hitam), Puti Reno Nurfatimah Tuan Gadih Angah dan Puti Reno Fatimah Zahara Tuan Gadih Etek (anak Tuan Gadih Ketek).

Gelaran Yang Dipertuan Gadis dilekatkan kepada perempuan yang dianggap dapat menjadi pimpinan kaumnya di dalam keluarga raja disamping Raja Pagaruyung. Raja Pagaruyung sendiri mempunyai gelaran Yang Dipertuan Bujang. Dengan demikian dapat dipahamkan bahwa laki-laki yang dinobatkan menjadi raja Pagarayung dipanggil juga Yang Dipertuan Bujang, disamping gelaran-gelaran kebesarannya lainnya seperti; Sultan Abdul Jalil, Yang Dipertuan Sembahyang, Yang Dipertuan Hitam dan banyak gelaran kebesaran lainnya. sedang yang perempuan (ibu, saudara perempuan, istri) dipanggilkan Yang Dipertuan Gadis. Perempuan yang boleh diberi gelar Yang Dipertuan Gadis adalah perempuan terdekat dalam keturunan raja, terutama dalam kaitan pertalian sistem kekerabatan matrilineal. Oleh karena itu, adagium adat dalam tambo tersebut disebutkan; Adat rajo turun tamurun, adat puti sunduik basunduik. Turun tamurun atau turun temurun, dimaksudkan sebagaimana mengikuti garis keturunan patrilineal, sedangkan sunduik basunduik dimaksudkan sebagaimana mengikuti garis keturunan matrlineal. Dengan demikian, seorang laki-laki dalam keturunan tersebut dapat menjadi raja, apabila ibunya adalah keturunan raja dan akan semakin kuat lagi kalau ayahnya juga keturunan raja.

Para perempuan keturunan raja menurut garis matrilineal, di dalam Tambo Pagaruyung umumnya memakai nama kecil tersendiri yaitu, Puti Reno. Dari sekian Puti Reno itulah nanti dipilih untuk dijadikan Yang Dipertuan Gadis. Pemberian gelar Puti Reno hanya dikhususkan bagi perempuan keturunan raja Pagaruyung saja. Disepakati oleh Basa Ampek Balai. Oleh karena itu, di dalam tambo Pagaruyung tersebut banyak ditemui nama-nama perempuan dengan pangkal nama Puti Reno. Begitu juga banyak perempuan yang digelari Yang Dipertuan Gadis. Yang Dipertuan Gadis adalah nama gelar kebesaran, sedangkan nama Puti Reno sebagai nama pertanda keturunan raja dalam garis matrlinel.

Disamping gelar Tuan Gadih yang ada di Pagaruyung ada Tuan Gadih Saruaso yang pertama dipakai oleh Puti Reno Sudi yang kawin dengan Indomo Saruaso adalah anak dari Puti Reno Pomaisuri Tuan Gadih ke IV. Gelar Tuan Gadih Saruaso ini diwarisi sampai Tuan Gadih Saruaso ke VII yaitu yang terakhir yang kawin dengan Daulat Yang Dipertuan Sulthan Alam Muningsyah III (Daulat Yang Dipertuan Basusu Ampek).

Dalam catatan Raffles sewaktu berkunjung ke pedalaman Minangkabau, dia menjumpai seorang raja perempuan Minangkabau yang bernama Yang Dipertuan Gadis Saruaso. Yang dimaksudkan Raffles tersebut adalah salah seorang dari keturunan raja yang berada di Saruaso. Begitu juga dalam catatan Belanda, ditemukan nama Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu, kemenakan dari Sultan Alam Bagagar Syah, anak dari Yang Dipertuan Sembahyang. Hasil perkawinan Yang Dipertuan Sembahyang dengan Tuan Gadis Puti Reno Sori.

Yang Dipertuan Reno Sumpu disebut demikian karena beliau lahir di Sumpur Kudus, dalam masa ayahnya Yang Dipertuan Sembahyang yang menjadi Raja Adat dengan Tuan Gadih Puti Reno Sori menetap di rantau itu di penghujung Perang Paderi. Oleh karena Yang Dipertuan Sultan Alam Bagagar Syah ditangkap Belanda pada tahun 1833, dan Yang Dipertuan Sembahyang dihalang oleh Belanda untuk kembali ke Pagaruyung, maka Yang Dipertuan Reno Sumpu kembali ke Pagaruyung untuk menggantikan mamaknya Sultan Alam Bagagar Sah sebagai Raja Alam, sekaligus menggantikan ayahnya Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang sebagai Raja Adat serta melanjutkan tugas waris ibunya Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sori.

Dari jalinan peristiwa ini ternyata yang berhak menjadi raja di Pagaruyung bukan anak-anak dari Sultan Alam Bagagar Syah. Walaupun dia raja tetapi karena istrinya bukan seorang Puti Reno, maka anak-anaknya tidak dapat menggantikan kedudukannya sebagai Raja Pagaruyung. Yang berhak menggantikannya sebagai ahli waris menurut acuan “Adat Rajo turun tamurun Adat puti Sundut basundut” justru Yang Dipertuan Puti Reno Sumpu, karena dia merupakan perempuan dalam garis matrlineal; ibunya adalah Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sori, saudara dari Yang Dipertuan Sultan Alam Bagagar Syah dan secara patrilineal dari ayahnya Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang.

Ketika Belanda akan menjatuhkan hukuman mati kepada beberapa penghulu yang dianggap sebagai tokoh pendukung perang rakyat Silungkang, Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sumpu datang menemui Belanda di Batusangkar dan menyediakan dirinya untuk menggantikan para penghulu tersebut. Akhirnya Belanda membatalkan hukuman mati kepada para penghulu tersebut. Catatan peristiwa ini telah ditulis oleh seorang penulis sejarah Rusli Amran dalam bukunya Padang Riwayatmu Dulu.

(Sumber : Tambo Pagaruyung dan Silsilah Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung. Disarikan oleh : Puti Reno Raudha Thaib)

Daulat Yang Dipertuan Sultan Alam Bagagar Syah, Raja Alam Pagaruyung

Berdasarkan Silsilah Ahli Waris Daulat yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Daulat Yang Dipertuan Sultan Tangkal Alam Bagagar Syah yang dikenal juga dengan panggilan Yang Dipertuan Hitam mempunyai empat orang saudara; Puti Reno Sori, Tuan Gadih Tembong, Tuan Bujang Nan Bakundi dan Yang Dipertuan Batuhampar, hasil perkawinan dari Daulat yang Dipertuan Sultan Alam Muningsyah (II) yang juga dikenal dengan kebesarannya Sultan Abdul Fatah Sultan Abdul Jalil (I) dengan Puti Reno Janji Tuan Gadih Pagaruyung XI.

Daulat Yang Dipertuan Sultan Tangkal Alam Bagagar Syah menikah pertama kali dengan Siti Badi’ah dari Padang mempunyai empat orang putera yaitu: Sutan Mangun Tuah, Puti Siti Hella Perhimpunan, Sutan Oyong (Sutan Bagalib Alam) dan Puti Sari Gumilan.

Dengan isteri keduanya Puti Lenggogeni (kemenakan Tuan Panitahan Sungai Tarab) mempunyai satu orang putera yaitu Sutan Mangun (yang kemudian menjadi Tuan Panitahan SungaiTarab salah seorang dari Basa Ampek Balai dari Kerajaan Pagaruyung).Sutan Mangun menikah dengan Puti Reno Sumpu Tuan Gadih Pagaruyung ke XIII (anak Puti Reno Sori Tuan Gadih Pagaruyung XII dan kemenakan kandung dari Sultan Alam Bagagarsyah).

Dengan isteri ketiganya Tuan Gadih Saruaso (kemenakan Indomo Saruaso, salah seorang Basa Ampek Balai Kerajaan Pagaruyung) mempunyai putera satu orang: Sutan Simawang Saruaso (yang kemudian menjadi Indomo Saruaso).

Dengan isteri keempatnya Tuan Gadih Gapuak (kemenakan Tuan Makhudum Sumanik) mempunyai putera dua orang yaitu Sutan Abdul Hadis (yang kemudian menjadi Tuan Makhudum Sumanik salah seorang Basa Ampek Balai dari Kerajaan Pagaruyung) dan Puti Mariam. Sutan Abdul Hadis mempunyai delapan orang putera yaitu: Sutan Badrunsyah, Puti Lumuik, Puti Cayo Lauik, Sutan Palangai, Sutan Buyung Hitam, Sutan Karadesa, Sutan M.Suid dan Sutan Abdulah. Puti Mariam mempunyai dua orang putera : Sutan Muhammad Yakub dan Sutan Muhammad Yafas (kemudian menjadi Tuan Makhudum Sumanik)

Adik perempuan dari Daulat Sultan Alam Bagagarsyah yaitu Puti Reno Sori yang kemudian dinobatkan menjadi Tuan Gadih Pagaruyung XII menikah dengan saudara sepupunya Daulat Yang Dipertuan Sultan Abdul Jalil Yamtuan Garang Yang Dipertuan Sembahyang II Raja Adat Pagaruyung, mempunyai seorang puteri yaitu Puti Reno Sumpu Tuan Gadih Pagaruyung XIII. Puti Reno Sumpu dengan suami pertamanya Sutan Ismail Raja Gunuang Sahilan mempunyai seorang puteri: Puti Sutan Abdul Majid. Sedangkan dengan suami keduanya: Sutan Mangun Tuan Panitahan Sungai Tarab (putera dari Sultan Alam Bagagarsyah) mempunyai seorang puteri: Puti Reno Saiyah Tuan Gadih Mudo (Tuan Gadih ke XIV).

Puti Reno Saiyah ini menikah dengan Sutan Badrunsyah Penghulu Kepala Nagari Sumanik (putera dari Sutan Abdul Hadis dan cucu dari Sultan Alam Bagagarsyah) mempunyai putera empat orang yaitu: Puti Reno Aminah Tuan Gadih Hitam Tuan Gadih Ke XV, Puti Reno Halimah Tuan Gadih Kuniang, Puti Reno Fatimah Tuan Gadih Etek dan Sultan Ibrahim Tuanku Ketek.

Puti Reno Aminah dengan suami pertamanya Datuk Rangkayo Basa, Penghulu Kepala Nagari Tanjung Sungayang mempunyai seorang puteri: Puti Reno Dismah Tuan Gadih Gadang (Tuan Gadih Pagaruyung XVI) dan dengan suami keduanya Datuk Rangkayo Tangah dari Bukit Gombak mempunyai putera satu orang: Sutan Usman Tuanku Tuo.

Puti Reno Dismah Tuan Gadih Gadang menikah dengan Sutan Muhammad Thaib Datuk Penghulu Besar (ibunya Puti Siti Marad adalah cucu dari Sutan Abdul Hadis dan cicit dari Sultan Alam Bagagarsyah, sedangkan ayahnya Sutan Muhammad Yafas adalah anak dari Puti Mariam dan cucu dari Sultan Alam Bagagarsyah) mempunyai putera enam orang: Puti Reno Soraya Thaib, Puti Reno Raudhatuljannah Thaib, Sutan Muhammad Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam, Puti Reno Yuniarti Thaib, Sutan Muhammad Farid Thaib, Puti Reno Rahimah Thaib.

Sutan Usman Tuanku Tuo menikah dengan Rosnidar dari Tiga Batur (cicit dari Sutan Mangun anak Sutan Alam Bagagarsyah) mempunyai putera delapan orang: Puti Rahmah Usman, Puti Mardiani Usman, Sutan Akmal Usman Khatib Sampono, Sutan M .Ridwan Usman Datuk Sangguno, Sutan Rusdi Usman Khatib Muhammad, Puti Rasyidah Usman, Puti Widya Usman, Sutan Rusman Usman, Puti Sri Darma Usman.
Puti Reno Halimah Tuan Gadih Kuniang tidak mempunyai putera.

Puti Reno Fatimah Tuan Gadih Etek menikah dengan Ibrahim Malin Pahlawan dari Bukit Gombak mempunyai putera tiga orang: Puti Reno Nurfatimah Tuan Gadih Angah, Puti Reno Fatima Zahara Tuan Gadih Etek dan Sutan Ismail Tuanku Mudo.
Puti Reno Nurfatimah Tuan Gadih Angah menikah dengan Sy.Datuk Marajo dari Pagaruyung mempunyai seorang putera : Sutan Syafrizal Tuan Bujang Muningsyah Alam.

Puti Reno Fatima Zahara menikah dengan Sutan Pingai Datuk Sinaro Patiah Tanjung Barulak (adalah cicit dari Puti Fatimah dan piut dari Sultan Abdul Jalil Yamtuan Garang Yang Dipertuan Sembahyang) mempunyai putera delapan orang: Sutan Indra Warmansyah Tuanku Mudo Mangkuto Alam, Sutan Indra Firmansyah, Sutan Indra Gusmansyah, Puti Reno Endah Juita, Sutan Indra Rusmansyah, Puti Reno Revita, Sutan Nirwansyah Tuan Bujang Bakilap Alam, Sutan Muhammad Yusuf.

Sutan Ismail Tuanku Mudo menikah dengan Yusniar dari Saruaso (adalah cicit dari Yam Tuan Simawang anak Sultan Alam Bagagarsyah) mempunyai putera tujuh orang: Sutan Fadlullah, Puti Titi Hayati, Sutan Satyagraha, Sutan Rachmat Astra Wardana, Sutan Muhammad Thamrinul Hijrah, Puti Huriati, Sutan Lukmanul Hakim.

Sutan Ibrahim Tuanku Ketek dengan isteri pertamanya Dayang Fatimah dari Batipuh (kemenakan Tuan Gadang Batipuh) mempunyai seorang putera: Sutan Syaiful Anwar Datuk Pamuncak; dengan istri keduanya Nurlela dari Padang mempunyai seorang putera: Sutan Ibramsyah dan isteri ketiganya Rosmalini dari Buo mempunyai puteri dua orang: Puti Roswita dan Puti Roswati.

Dari kutipan Silsilah Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung dapat dilihat bahwa ahli waris baik berdasarkan garis matrilineal maupun patrilineal adalah anakcucu dari Puti Reno Sumpu Tuan Gadih Pagaruyung ke XIII yang sampai sekarang mewarisi dan mendiami Istano Si Linduang Bulan di Balai Janggo Pagaruyung Batusangkar.

Setelah mamaknya Sultan Alam Bagagarsyah ditangkap Belanda pada tanggal 2 Mei 1833 dan dibuang ke Batavia dan ayahnya Daulat Yang Dipertuan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang mangkat di Muara Lembu, maka Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu dijemput oleh Datuk-datuk Yang bertujuh untuk kembali ke Pagaruyung melanjutkan tugas mamak dan sekaligus tugas ayahnya sebagai Raja Alam dan Raja Adat.

Sesampainya di Pagaruyung, ternyata tidak ada lagi istana yang berdiri di Pagaruyung karena telah dibumi hanguskan. Kemudian pemerintah Belanda menawarkan bantuan untuk mendirikan istananya di Gudam atau di Kampung Tengah atau di Balai Janggo. Beliau memilih mendirikan istananya di Balai Janggo dengan alasan dekat dengan padangnya, Padang Siminyak (diceritakan oleh cucu beliau Puti Reno Aminah Tuan Gadih Hitam kepada penulis). Nama Istana Si Linduang Bulan kembali dipakai (nama istana tempat kediaman Raja Pagaruyung sejak dulu) untuk nama istana yang baru itu, sekaligus sebagai pengganti dari istana-istana raja Pagaruyung yang terbakar semasa Perang Paderi.

Istana Si Linduang Bulan ini kemudian terbakar lagi pada tanggal 3 Agustus 1961. Atas prakarsa Sutan Oesman Tuanku Tuo ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung beserta anak cucu dan keturunan; Tan Sri Raja Khalid dan Raja Syahmenan dari Negeri Sembilan, Azwar Anas Datuk Rajo Sulaiman, Aminuzal Amin Datuk Rajo Batuah, bersama-sama Sapiah Balahan, Kuduang Karatan, Timbang Pacahan, Kapak Radai dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung serta Basa Ampek Balai dan Datuk Nan Batujuh Pagaruyung, Istana Si Linduang Bulan dibangun kembali dan diresmikan pada tahun 1989.

SPMB & Marketing


SPMB & Marketing

( Oleh : Zul Amri, SE* )

Kompetisi/persaingan sedang melanda dunia pendidikan. Setiap tahun, saat lulusan SMA dan SMK bersaing/berlomba untuk mendapatkan Perguruan Tinggi favorit, dan pihak perguruan tinggi pun berlomba-lomba mempromosikan diri untuk mendapatkan calon mahasiswa.
Seperti layaknya di perusahaan, banyak perguruan tinggi mempunyai tim pemasaran khusus meski mereka kadang agak sungkan menggunakan istilah marketing. Di beberapa Perguruan Tinggi swasta (PTS), tim pemasaran ini bekerja penuh waktu secara profesional dengan armada lengkap mulai dari petugas promosi, desainer brosur. Selain itu, mereka juga mengoordinasi dosen dan wakil mahasiswa dari semua program studi yang ada dan melibatkan beberapa di antaranya dalam aneka kegiatan promosi di dalam maupun di luar kampus. Beberapa dosen pun tidak segan-segan menjalankan peran sebagai petugas promosi jurusan dalam kemasan seminar maupun ataupun perlombaan tingkat SLTA.
Tim pemasaran juga melakukan perjalanan ke luar kota bahkan ke luar Provinsi dalam rangka "Manjapuik Bola". Sekarang adalah era perguruan tinggi berburu calon mahasiswa. Upaya pemasaran tidak hanya terbatas pada kegiatan promosi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang berupa program menjalin relasi (hubungan yang baik) dan kerja sama dengan SMA/SMK. Dalam beberapa tahun belakang, para kepala Sekolah dan guru di SMA/SMK menjadi orang penting yang diperhatikan dan dimanjakan. Perguruan tinggi menggelar berbagai seminar tahunan dan mengundang mereka dengan menanggung semua biaya transportasi dan akomodasi. Ada pula perguruan tinggi yang melakukan kerja sama secara berkesinambungan misalnya program praktek kerja lapangan mahasiswa yang ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut. Program kerja sama ini diharapkan bisa menanamkan kepercayaan di kalangan guru dan siswa SMA dan membuat mereka mengingat perguruan tinggi itu untuk dipilih di kemudian hari. Berbicara soal promosi, tidak ada yang nomor nomor dua. Masing-masing perguruan tinggi berupaya menampilkan keunggulan dan nilai jual. Kepala SMA/SMK, calon mahasiswa, dan orangtua perlu mencermati persaingan antar-perguruan tinggi dengan cerdas, bijak, dan mempelajari tiap tawaran dengan kritis agar bisa membuat keputusan dan pilihan yang paling baik dan sesuai di antara semua alternatif yang ada.
Tugas Tim pemasaran bukan hanya terbatas bagaimana mempromosikan/menyebar brosur sebanyak mungkin. Namun lebih dari itu , yakni bagaimana menjual produk (mempromosikan jasa pendidikan) semaksimal mungkin dengan diiringi cara pelayanan yang baik. Hal ini berguna dalam mengantisipasi faktor jangka panjang yaitu dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan Konsumen (Pihak sekolah, calon mahasiswa dan orang tua) yang pada akhirnya dapat mempertahankan serta meningkatkan faktor penjualan (Penjualan jasa Pendidikan).
Dalam menunjang hal tersebut di atas, memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dan konsumen sangatlah diperlukan. Namun, bukanlah suatu hal yang mudah untuk melaksanakannya, dikarenakan adanya faktor heteroginitas pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk produk produk/jasa, domisili, Kualitas dan faktor lainnya. Di pihak yang lain, Pergguruan Tinggi mempunyai keterbatasan dalam kemampuan, sehingga tidak memungkinkan untuk melayani kebutuhan semua konsumen dengan baik dan akurat.
Selain dengan melakukan promosi, Pihak Perguruan Tinggi sebaiknya juga meningkatkan mutunya karena di jaman sekarang ini kalau lalai sedikit saja bisa ditinggalkan konsumen (Calon Mahasiswa), hal itu dapat dilakukan diantaranya dengan :
1. melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan produk Perguruan Tinggi (Jasa Pendidikan) melalui perbaikan terhadap reputasi Perguruan Tinggi, kualitas lulusan, dan keadaan program studi dengan prospek lapangan kerja,
2. mengkaji kembali kebijakan harga (biaya kuliah) dan kesesuaiannya dengan manfaat yang ditawarkan kepada mahasiswa,
3. melakukan pengkajian ulang terhadap lokasi Perguruan Tinggi dan mengupayakan agar Perguruan Tinggi tersebut nyaman, bersih, sehat, dan indah,
4. Melakukan promosi untuk menarik minat calon mahasiswa, serta melakukan sosialisasi kemajuan lembaga yang telah dicapai Perguruan Tinggi dan mengadakan kompetisi-kompetisi menarik untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa yang sudah ada,
5. meningkatkan kompetensi, dosen, dan karyawan sesuai dengan bidang masing-masing, kemampuan berkomunikasi, sikap yang positif, dan pelayanan yang bermutu kepada semua pihak,
6. Memberdayakan semua fasilitas yang dimiliki Perguruan Tinggi secara maksimal sehingga dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dan
7. meningkatkan manajemen pelayanan di segala bidang, ditunjang dengan SDM yang bekerja secara sinergis baik vertikal (hubungan pimpinan dan bawahan), maupun horisontal (hubungan kerja yang selevel). Dengan demikian, Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjadi Centre of Excellent yang dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja.

* : Member palanta (http://ariefortuna.blogspot.com/)
Karyawan Puskom BAAK STKIP PGRI Sumbar n Team Marketing.

Duh, Jangan Salah Pilih Jurusan!


Memilih jurusan studi Anda setelah lulus SMA tahun ini mungkin bukan perkara mudah. Di satu sisi biaya kuliah terus naik, sementara di sisi yang lain lapangan kerja pun kian hari kian sedikit. Nah, sudah yakin dengan pilihan Anda? Pikir dulu matang-matang, sesal tiada guna.

Ya, di tengah situasi ekonomi serba sulit saat ini, Anda tentu termasuk siswa yang beruntung bisa melanjutkan kuliah. Untuk itu, jangan sia-siakan keberuntungan tersebut hanya lantaran salah pilih jurusan.

Memang, salah pilih jurusan bukan momok menakutkan. Hanya saja, sedini mungkin harus dipertimbangkan baik-baik. Jangan sampai Anda kelak merasa "salah jalan", kecewa dan menyesal, kuliah pun akhirnya bermalas-malasan.

Dus, yang terjadi bukan untung malah buntung. Anda pun kemudian memilih pindah jurusan. Lagi-lagi, Anda harus merogoh kocek, sebaliknya waktu terus berjalan meninggalkan Anda yang tengah bingung sendirian. Di titik paling parah, Anda pun akhirnya sulit memeroleh kerja.

Tips: Yakinkan Perencanaan Studi Anda

Baik itu di sebuah fakultas, akademi, atau sekolah tinggi, setiap jurusan yang Anda pilih tentu menawarkan materi, sifat pembelajaran, serta kurikulum yang berbeda. Nah, tips-tips berikut bisa menjadi pertimbangan Anda, apakah Anda akan semakin yakin pilihan Anda telah sesuai atau sebaliknya, perlu perencanaan ulang dengan cepat mengingat waktu terus berputar dan semakin mepet di ambang tahun ajaran baru.

Gali Minat, Pertajam Bakat, Teropong Cita-Cita

Tidak, Anda tidak akan salah pilih jurusan jika pilihan telah sesuai minat dan bakat Anda. Disertai ketekunan, minat dan bakat Anda akan berjalan beriringan, sehingga Anda perlu memilih jurusan yang bisa memenuhi cita-cita Anda berkat minat dan bakat itu.

Ingat, minat dan bakat adalah investasi yang semakin lama akan tumbuh besar bersama pilihan studi yang tepat dan sesuai keinginan, serta cita-cita Anda.

Data dan Informasi

Ini adalah era global, Anda bebas dan mudah mencari informasi kapan dan di mana saja. Tidak di surat kabar, Anda bisa lari ke internet. Bahkan, internet adalah keran paling deras buat Anda mencari informasi, baik itu keunggulan jurusan yang Anda pilih, daya dukung pengelola studi terhadap pilihan Anda, beasiswa dan sebagainya.

Memang, kadang tidak akan cukup hanya berbekal informasi sebatas tertulis. Keterangan lengkap dan secara langsung kebutuhan informasi bisa Anda dapatkan langsung di pusat-pusat informasi studi di lembaga pendidikan, kampus, atau akademi tertentu. Bahkan, pameran-pameran saat ini semakin banyak diselenggarakan sebagai tempat paling pas buat Anda mencari informasi pasca menjalankan UN.

Jadikan semua informasi adalah akurat. Alhasil, Anda pun puas tanpa mudah terpengaruh saran orang lain yang tidak menguasai informasi.

Biaya

Biaya dan lokasi studi ibarat dua mata uang yang sulit dipisahkan sebagai pertimbangan Anda. Sebutlah, jika jurusan yang Anda minati di sebuah kampus tertentu sudah sesuai. Ternyata, lokasi kuliah jauh dari tempat tinggal.

Sedikit banyak, itu tentu memengaruhi pengeluaran Anda. Belum lagi biaya studi yang terkait kurikulum atau mata kuliah. Di sebuah jurusan yang banyak metode kuliah praktik dan kegiatan lapangan kerap mengharuskan Anda mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dan silahkan, tambahkan biaya-biaya itu dengan biaya lain seperti buku, ongkos, biaya hidup jika harus tinggal di kos, dan sebagainya.

Tetapi, itu semua bukan halangan. Camkan, Anda bukan lagi seorang siswa SMA, melainkan seorang mahasiswa yang mampu hidup mandiri. Maka, atur manajemen waktu Anda, carilah kerja paruh waktu atau bisnis kecil-kecilan untuk menambal saku Anda yang "bocor" demi kelangsungan studi sebagai masa depan Anda

Kualitas dan Kuantitas Jurusan

Anda tidak perlu terbebani untuk duduk di PTN atau PTS favorit. Perhitungan Anda harus mantap, karena daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit tentu berbeda dengan kampus pilihan Anda sendiri yang tanpa seleksi ketat. PTNS/PTS favorit, dengan menonjolkan jaminan kualitas, daya tampung mahasiswanya tentu menjadi "kue" rebutan banyak orang.

Untuk itu, gali lagi peluang Anda dengan mengukur semua kemampuan. Yang lebih penting, siapkan cadangan selekasnya dengan tetap mengikuti panduan ini sebagai pertimbangan Anda memilih studi. Anda jangan seolah terjebak situasi, lantaran gagal UN akhirnya malah tidak menimba ilmu sama sekali.

Karir dan Pekerjaan

Idealnya, Anda bekerja sesuai latar belakang keilmuan. Tetapi, berapa banyak sarjana atau insiyur saat ini yang menganggur atau banting stir untuk bekerja di bidang lain meskipun jauh dari bidang studinya? Jika demikian, apakah mereka telah salah memilih jurusan?

Tidak. Dengan berkonsultasi dulu dengan orang tua Anda, selalu yakinlah, bahwa tidak semua perusahaan saat ini hanya melihat dan membutuhkan Anda semata karena latar belakang pendidikan. Ya, seorang insiyur bisa diperlukan untuk berubah menjadi wartawan, psikolog bisa menyulap dirinya sebagai pemandu arung jeram profesional, seorang ahli komputer terpaksa harus menjadi kondektur sampai akhirnya menjadi pengusaha rental mobil besar dengan omset jutaan rupiah perbulan.

Zaman terus berubah. Tetapi satu yang tidak, semangat Anda untuk maju melawan perubahan tersebut. Anda seorang calon mahasiswa yang merasa sudah mampu, berani, serta penuh semangat untuk menjalani studi? Kiranya, jurusan yang sudah Anda pilih saat ini memang sudah tepat buat meneropong cita-cita Anda.

Batu basurek terletak didesa kubu rajo nagari lima kaum berjarak 4 km dari batu sangkar.Batu basurek ini terletak di bagian atas makam raja Adityawarman.Prasasti batu basurek ini ditulis dengan tulisan jawa kuno berbahasa sanskerta.Batu basurek ini lebarnya 25 cm tingginya 80 cm dengan ketebalan 10 cm dan berat sekitar 50 kg
Batu basurek ini telah berumur 659 tahun.penemuan prasasti ini pertama kali ditulis pada
16 Desember 1880 oleh P.H. Van Hengst, Asisten Residen Tanah Datar. Prof. H Kern, seorang ahli dari Belanda,Ia orang yang pertama kali membahas prasasti dengan tulisan Jawa Kuno berbahasa Sanskerta itu. Pada 1917 dia menerjemahkan isinya adalah: :"Adityawarman maju perkasa, ia penguasa Kanakamedinindra atau Suwarnadwipa (Sumatera atau Tanah Emas). Ayahnya Adwayawarman. Dia keluarga Indra."

Adityawarman lahir dari rahim Dara Jingga, putri raja Darmasraya yang terletak di tepi Sungai Batanghari, Jambi. Ayahnya, Adwayawarman tadi, kerabat Keraton Singosari.

Tersebutlah, pada 1292 Kublai Khan dari Cina menyerang Singosari. Dara Jingga dan saudaranya, Dara Petak, membawa tentara membantu Singosari. Sayang, Singosari jatuh, dan akhirnya dikuasai Jayakatwang. Kemudian Raden Wijaya menggeser Jayakatwang dan mengganti nama kerajaan itu menjadi Majapahit. Raden Wijaya menikah dengan Dara Petak. Dara Jingga bercinta dengan Adwayawarman. Setelah menikah, Dara Jingga mengajak suaminya kembali ke Darmasraya -- dan lahirlah Adityawarman.

Setelah melakukan berbagai jasa untuk Majapahit, akhirnya Adityawarman jadi raja di Darmasraya. Dia memindahkan pusat kerajaannya dari Siguntur (Sawahlunto Sijunjung) ke Pagaruyung.

Sampai sekarang di Pagaruyung masih ada perbedaan pendapat apakah Adityawarman itu raja Minangkabau atau hanya raja Pagaruyung. Sebab, pada waktu itu yang dirajakan di Limo Kaum, Pariangan, dan Tanah Datar lainnya, adalah Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Katamanggungan. "Adityawarman tak lebih seorang sumando,(suami dari orang minangkabau).

YAMAHA V-IXION 2007 (PONTIANAK)





Kondom Tanda Macho

Saat melihat modifikasi Yamaha V-ixion di edisi 490 lalu yang begitu macho, membuat Hendrik jadi naksir. Langsung deh doi ngontak MOTOR Plus buat tanya alamat sang modifikator. Kebetulan mereka berasal dari kota yang sama, Pontianak. “Saya naksir dengan bentuk tangkinya yang besar,” katanya waktu itu.
Setelah mendapat alamat YZ Custom yang ditunjuk Em-Plus, langsung saja Yamaha V-ixion milik Hendrik diserahkan untuk dirombak. “Mintanya cuma ingin motor yang lebih berotot, konsep sepenuhnya dipercayakan pada kami,” kata Ferdi Yusmin sang modifikator. Tapi, sang pemilik tetap tidak ingin ubahan yang begitu ekstrem.
“Karena itulah saya hanya menerapkan sistem kondom saja, supaya tampuilan berubah tapi tidak terlalu drastis,” cerita Iyus, panggilan Ferdi. Seluruh kondom yang dipakai berbahan dasar fiberglass tanpa rasa, beda dengan kondom yang lain lho.
Proses pengondoman ini enggak hanya sekadar pelapisan ulang saja. Sengaja dibuat memiliki lekukan atau berundak supaya kesannya berotot. “Kalau sekadar besar tanpa otot kan malah kurang seru,” kata modifikator bertubuh kurus ini. Tapi dengan trik ini juga akan menipu, tampilan besar tapi kapasitas tangki masih seperti standarnya saja.
Proses penambahan ‘daging’ ini juga terjadi sampai buntut. “Itu supaya buritan jadi lebih tinggi juga menyesuaikan dengan ubahan yang terjadi di bagian depan,” lanjut Iyus. Memang keharmonisan kedua bagian ini perlu dijaga, jangan sampai jomplang.
Meskipun banyak menggunakan fiber, tapi Iyus berani jamin kalau bobot motor enggak banyak berubah. “Itu karena menggunakan dempul yang tipis saja, kalau ketebalan nanti malah yang punya motor komplain karena berat,” cuap pria yang doyan omong dari Kota Baru, Pontianak.
Pembengkakan di bodi sedikit diikuti di bagian kaki-kaki. Tapi hanya sekadar ganti pelek, swing-arm dan ban dengan buatan lokal. “Sengaja pesan arm dan pelek dari Jakarta karena di sini susah dapatnya,” tutup Hendrik.
LAMPU SENTER
Hendrik melakukan sedikit custom di bagian bawah head lamp. Ini lampu senja atau lampu kecil tambahan. Ternyata ini menggunakan material yang unik lho. “Saya pakai copotan lampu senter, awalnya pakai lampu variasi eh malah nggak nyala. Sekarang lebih sip,” cuapnya bangga dengan ide murah meriahnya ini.
SAYANG ANAK
Jurus Hendrik untuk membuktikan perasaannya menjadi ayah baru juga dilakukan di V-ixion ini. Nama sang putri yang baru 4 bulan dengan bangga ditorehkan di bagian shroud atau sayap di samping tangki. Terlihat jelas tulisan Calligenia di kedua sisinya. Itulah nama sang putri tercinta.

DATA MODIFIKASI
Pelek : Power
Ban depan : Swallow 100/70-17
Ban belakang : Swallow 140/70-17
Upside down : Variasi Thailand
Swing-arm : Kumis
Head lamp : Yamaha Jupiter MX 135LC
(Sumber : Motorplus Online)

HONDA MEGA PRO 2003 (MALANG)





Modern Tapi Membingungkan

Kalau hanya berdasarkan fotonya saja, pasti nggak ada yang bakal tahu ini motor merek apa. Berani taruhan deh. Pasalnya seluruh identitas yang menjadi ciri tertutup semua. Misalnya saja bentuk rangka, desain mesin atau lampu depan dan belakang. Semuanya sudah hilang, jadinya kan bikin bingung.
“Itu karena fairing yang benar-benar menutupi seluruh bodi, nggak hanya setengah,” kata Arno dan Ardi dari Amoba Fiber Planet yang bikin ide gokil kali ini. Bentuk baru motor ini menggunakan material fiber. Konon inspirasinya mengambil ide dari Honda CBR400, tapi bagian mananya ya?
“Idenya saja sih, karena semuanya juga dicustom ulang demi menyesuaikan bentuk buritan yang murni ide sendiri,” cerita Arno lebih jauh. Fairing depan yang benar-benar besar ini ternyata terdiri dari 3 bagian atau sambungan. Hal itu supaya lebih gampang dalam pembuatan.
“Sekilas terlihat enggak optimal dan aneh ya, tapi kalau sudah diajak ngebut, laju motor tetap stabil lho walaupun covernya gede begini,” jujur Arno yang doyan tampil fungky ini. Ah masa iya, bro?
“Tetap stabil karena memperhatikan lekukannya dan dibuat juga lubang udaranya,” timpal Ardi enggak mau kalah. Kisi udara di bagian samping memang cukup lebar, hal itu katanya untuk meminimalisir turbulensi udara jika motor melaju. Adanya lubang itu juga tentunya untuk mempermanis tampilan secara keseluruhan.
Selain itu meskipun bodi gambot begini mereka tetap mempertahankan arus udara kearah mesin supaya tidak terjadi overheat. Maklum kan masih pendingin udara, belum menggunakan radiator layaknya motor sport gede betulan.
Hal lain yang layak diacungi jempol adalah trik mereka dalam pemilihan cat dan grafis. Sadar bodi baru sudah terlihat begitu besar, maka mereka menggunakan warna dasar putih. Sebab jika warna dasarnya gelap maka akan menimbulkan efek tambah besar, terlihat ngeblok. Jelas jelek tentunya.
Selain itu dengan coretan airbrush bertema grafis maka efek gendut dan besar tadi semakin bisa dieliminir. Itu trik pintar namanya.
KONDOM SOK
Bodi yang berubah gede tentunya harus diikuti kaki yang besar juga. Kalau enggak, jadi lucu dong. Hal itu juga dipahami kedua arek Malang ini. “Karena itu untuk bagian depan sok standar kita tutupi dengan kondom baru menggunakan bahan fiber, jadinya kan lebih gendut juga tuh,” cerita keduanya .
Begitu juga dengan pelek. Mereka ngaku bahwa mereka menggunakan pelek custom yang dibuat sendiri. “Ngerol besinya harus benar supaya jalannya lurus, yang penting tapaknya lebar,” cuap Arno. Tapi yakin aman gak ya?
JOK SOFA
Ardi sempat mengatakan bahwa inspirasi awalnya diambil dari motor drag Amerika. Cirinya punya ukuran bodi yang panjang supaya stabil saat start. Karena itulah mereka membuat bodi motor ini juga molor sampai 40 cm.
Tapi sayangnya mereka menggunakan jok model sofa. Hal ini tentu saja enggak sejalan alias kurang harmonis. “Malah sekarang jadinya enggak cocok buat balap ya,” aku Ardi usai kelar proyek modifikasinya ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Duro 110/60-17
Ban belakang : Batlax 190/50 x 17
Pelek depan : Hand made
Pelek belakang : Hand made
Sok depan : Custom
Sok belakang : YSS
Swing-arm : CBR400
Karburator : RX-King
(Sumber : Motorplus Online)

YAMAHA NOUVO 2006 (BANDUNG)





Satu Sasis Dua Mesin
Bukan hanya saja shampo yang menganut sistem 2 in 1 alias dua dalam satu, ternyata Nouvo karya Dadang Firmansyah ini juga melakukannya. Buktinya, dalam satu sasis baru karyanya, Dadang memasang dua mesin. Satu mesin Nouvo sedangkan yang satunya lagi punya Mio.
“Alasannya supaya terlihat ekstrim, kami ogah modif hanya tempelin variasi doang,” kata Dadang, juragan Bad The Gonk Modified yang melakukan ubahan tersebut. Jadi setiap mesin tadi lengkap bersama karburator dan transmisi untuk menggerakkan masing-masing roda yang terdapat di belakang.
“Sebelah kanan Mesin Nouvo dan kiri punya Mio,” lanjutnya. Tentu saja ubahan ini memaksa merombak total sasis. “Semuanya menggunakan pipa ukuran ¾ inci,” kata pria yang buka bengkel di Jl. Utama, No. 40, Padasuka, Cicaheum, Bandung ini. Pipa ukuran besar ini nggak hanya di belakang tapi juga ditambahkan pada bagian depan.
Tapi, ternyata untuk menggerakkan kedua mesin ini hanya menggunakan satu grip gas saja. “Pakai punya RX-King yang memiliki dua kabel, kemudian modifikasi ke masing-masing mesin,” lanjutnya dengan logat Sunda yang kental. Selain itu untuk tangki bahan bakarnya juga tetap satu.
Dengan modifikasi yang dilakukannya ternyata skubek ini bisa berjalan normal. “Jadi nggak ada efek ketarik kanan atau kiri, itulah rahasia kita,” bangganya. Bahkan setelah proyek ini Nouvo tersebut dirombak lagi menjadi 3 mesin. Alasannya biar bisa mundur. Benar-benar ekstrim.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 110/80-16
Ban belakang : Deli Tire 110/80-16
Sok belakang : Yoko
Filter udara : Koso
Bad The Gonk : 0858-6096-9369
(Sumber : Motorplus Online)

Suzuki Thunder 125 2006 (Gorontalo)





Mata Garang Alien

Kenalkan, nama pemilik Suzuki Thunder 125 ini Awaludin Oli. Pemuda akrab disapa Wino ini bukannya juragan oli, tapi mahasiswa Universitas Gajah Mada Jogja. Di kampung asalnya Gorontalo yang terkenal sektor pertaniannya itu jarang sekali motor modif melintas di jalanan. Makanya supaya membius orang sana, dia modif Thunder-nya.
Wino yang kini kuliah Magister Fakultas Geografi Pengelolan Lingkungan UGM ini sekaligus pengin unjuk gigi. Bukannya unjuk gigi dengan buka mulut terus menerus, itu sih gila, tapi cukup dengan modifikasi motor. Menunjukkan pada teman daerahnya soal selera modifikasi yang tinggi.
“Konsepnya motor yang bisa dipakai harian dan aman. Sebab bila pulang ke Gorontalo nanti, motor akan dipakai untuk melaksanakan tugas di lapangan?” kata Wino yang Tinggal di Komplek Pogung Baru, Blok B, Sleman, Jogja.
Dikatakan lebih lanjut oleh Wino, bahwa pengerjaannya memang bukan dilakukan sendiri. Melainkan diserahkan pada Didi Jhony, pemilik rumah modifikasi Jhony Custom Indonesia (JCI).
Sesuai konsep yang disepakati awal bahwa motor modif untuk harian, maka di tangan Jhony pun tidak langsung dirombak abies. Melainkan hanya diganti atau ditambah seperlunya. Seperti sasis atau rangka yang dibiarkan sesuai aslinya. Hanya ditambah beberapa penguat seperti tubular dari pipa besi ukutan 1,5 inci.
Juga sok depan masih dipertahankan keasliannya, karena memang masih kuat dan layak dipergunakan. Tapi untuk sok belakang sudah diganti monosok Kawasaki Ninja. Biar kokoh, swing-arm ditukar lengan ayun model Aprilia RS125 hasil dari custom dewek.
Karena alam Gorontalo yang jarak atar daerah satu dengan lain masih jauh, maka tangki pun dibikin berkapasitas besar. “Atau dengan kata lain, bisa menampung banyak bensin,” kekeh Wino yang tidak ada hubungan dengan Wiro Sableng itu.
Jok dibikin bersusun ala Cagiva Mito. Begitupun bodi belakang meniru motor keluaran Italia itu. “Namun dikembangkan sendiri supaya seirama tangki dan bulatan lampu depan,” jelas Didi dari Jl. Moga Pulosari, Km 1, Moga, Pemalang.
Namanya juga konsep harian, harus tetap menjaga safety riding. Maka dari itu juga dipasang spion dan lampu penerangan. “Bahkan lampu penerangan tidak hanya di depan dan belakang. Melainkan di tutup mesin juga dipasangi,” sela Wino yang juga anggota Thunder Club-125 Gorontalo ini.
“Untuk lampu depan agak kecil namun seperti mata alien yang melotot, tapi sudah cukup terang. Karena, itu sebetulnya lampu kabut. Kalau dilihat seolah dia melototi kita. Seperti mata alien yang garang,” tutup Didi sambil cekikikan.

DATA MODIFIKASI
Ban : Battlax
Pelek : Power Ring 17
Knalpot : Power
Setang : Renthal
(Sumber : Motorplus Online)

HONDA MEGA PRO '05 JAKARTA


Mega Alien Superbike
Mulyono emang ogah tampil biasa aja, apalagi buat tampilan besutan hariannya, “Musti beda dengan konsekwensi kudu beraksi modi” bilangnya bersiap ngeresto Mega Pronya.
ALLIEN CONCEPT
Berbekal inspirasi modi dari majalah automotive manca, doi lakoni rancang bangun berkonsep moge Allien Look. Full pengerjaannya kudu beda dari yang ada, so doi harus membuat matras cetakan anyar buat mascot yang dikonsepi Allien style ini.
KAKI-KAKI
“Membuka aksi, gue cangkok kaki-kaki moge eks Aprillia RS 125 lengkap dengan fork up side down serta banana armnya” jelas lajang from Depok yang langsung memadukannya dengan tambahan pelindung fender baik lingkar depan maupun buritannya.
FIBERTRENS BODY WORK
Selanjutnya body set jadi jujukan modif dengan berbekal aplikasi fiber trens dengan diawali dengan pembuatan matras anyar. Yang bikin eksotis, fairing depannya didesain berlampu kombinasi Mio Soul bareng Suzi Spin yang visornya sengaja disambung menyatu gas tank. So pasti side fairingnya kudu dicoak untuk memberi ruang gerak setang japitnya. Dari gas tank, fibertrens disambung rapi menuju ekor meruncing yang dimuarai tancapan stop light rujukan Jupie MX.
PERFECT DENGAN KAKI KEKAR
All out body style memang wajib diacungi jempol. Tongkrongannya futuristic dan jelasnya keluar pakem trend modif sport anak negeri. Hanya saja ada sedikit ganjalan di hati Otre saat memperhatikan dimensi kaki yang Otre rasa kurang kekar. Jika lingkar depan digawangi ban berukuran 140 serta belakang 190, pasti tambah kompak dengan body gambotnya. . (Sumber: Oto Trend)

YAMAHA JUPIE Z '04 PONTIANAK



Revolusioner Transeksual
Ini benar-benar revolusioner, ganti kelamin transeksual nggak hanya dari Jupie cub ke Supermoto ekstrem, bahkan juga dari mesin single silinder jadi berkonstruksi L-Twin. “Konsepnya dari oret-oretan desain yang langsung dituangkan ke motor,” seru Gunawan, modifikator dari Planet Custom Pontianak.
TUBULAR FRAME
Rangka dibikinkan baru, niru rancangan tubular frame dari Ducati Monster. Bahannya dirancang dari pipa besi gas 3/4” yang dipancang hingga merubah tampilannya jadi berbasis sosok sport. Sementara itu rangka orsi Jupie hanya menyisakan dudukan mesin dan home stir only.
BODY STYLE
Selanjutnya permainan fiber mulai dilakoni dari bodi sampai tangki, lampu depan milik Satria FU dicustom. Desainnya mirip Supermoto, lampu depan menyatu dengan spatbor. Tangki dibikin ramping, begitu juga jok lebih tipis mirip trial.

KAKI-KAKI
Konsep yang dipilih adalah Supermoto, otomatis kaki-kakinya jadi jenjang dan berground clearance tinggi. Sok depan up side milik Nice tech, dicombo dengan pro arm dari NSR SP 150 komplit beserta monosoknya. Pontianak lagi trend limbah moge, Gunawan juga mengaplikasikan. Pelek belakang bawaan dari NSR SP, berbeda dengan depan milik Racing Boy 17”. Keduanya berbalut karet aspal Battlax 110/70x17 dan Delitire 130/80x17, bikin kekar Supermoto jadi-jadian.
L-TWIN ENGINE CONFIGURATION
Gaya transeksual lebih maju dikit ala Planet Custom, tidak hanya bodi doang tapi mesin juga diakali. Mesin tidur ditambahi mesin jadi-jadian, ditambahi satu gelondongan silinder set GL Pro hingga terlihat bermesin L2 ala Ducati. “Ini julukannya mesin panas dingin, artinya saat digeber dan mesin bekerja, silinder set mesin asli pasti panas, sedangkan silinder set mesin ‘kedua’ jelas dingin atau hangat saja,” kekeh Tito, redcrew ototrend yang juga kerap bikin mesin ‘panas dingin’ di Binter Merzy kesayangan.
Pasangnya mudah banget. Bikinkan dulu adaptor dari plat setebal 1,2 mm yang penampangnya dibikin kotak dan disesuaikan dengan lekukan yang ada di blok mesin bagian atas milik Jupie. Lantas, adaptor ini dihubungkan dengan braket yang ditautkan ke rangka utama. Mencegah agar tidak terlalu bergetar, bagian atas silinder set ‘palsu’ sebaiknya ditautkan pula ke rangka. . (Sumber: Oto Trend)

YAMAHA MIO ;05 SERAGEN


Era baru teknologi modi makin menggema di bumi nusantara. Kalo Hypercrea Jatim pada edan menekuni teknologi air suspension, Hypercrea Jateng tak kalah hebat. Kali ini hypercrea SPION, Danar Widianto Putro sukses merilis maskot electrical ‘n mechanical Matic ATV berbasis Mio.
KAKI-KAKI
Awal aksi dilakoni dengan menata kaki-kaki. Dua biji gardan Suzuki ST ditancapkan di rangka orsi dengan braket plat. Lalu keempat as rodanya dipasangi ban off road traktor Quick. Biar nyaman, keempat bannya dikonstruksi bersuspensi independent dengan mengusung konstruksi depan ATV yang disetting pula buat sisi belakang.
MECHANICAL TECH
Mechanical tech dirilis dengan pembuatan girboks pengubah putaran output as CVT orsi agar keempat rodanya bisa berputar bareng ala 4 WD. “As output roda kupasangkan dengan gigi nanas yang mengubah arah putar transfersal jadi longitudinal,” bilang Danar.
Lalu putaran anyarnya dihubungkan dengan gigi rasio RX King, selanjutnya putaran output diteruskan ke as kokel yang menyambung gardan depan dan belakang untuk memutar keempat rodanya. Selain itu, komposisi gigi rasio RX King juga bisa menghasilkan gerakan maju atau mundur pada ATV-nya.
FOUR WHEEL STEERING TECH
ATV Danar juga digagahi four wheel steering tech. Jadi saat roda depan belok kiri, roda buritan belok kanan. Kuncinya ada pada sepasang as yang yang menghubungkan roda kanan depan dan roda kiri belakang. Kedua ujung as disatukan lengan yang dihubungkan berlawanan arah.
ELECTRICAL TECH
Untuk memudahkan operasional, ATV ini dibantu aplikasi motorized tech mengandalkan dynamo kipas air mobil. Untuk gerak maju-mundur, tuas pemindah posisi gigi rasio RX King digerakkan dynamo kipas air kaca belakang Isuzu Panther. Untuk gerak belok rodanya, Danar memanfaatkan bantuan dynamo kipas air depan Isuzu Panther.
BODY WORK
Dongkrak tampilan akhir, balutan body stylenya mengandalkan bahan fibertrens. Konsepnya dirancang semirip tongkrongan ATV Yamaha Raptor dengan balutan warna item legam lambang kebengisan serta kombinasi merah lambang keberanian. . (Sumber: Oto Trend)

HONDA CS 1 MOJOKERTO


Pengen membuktikan kalo Honda CS1 bisa dimodifikasi, bikin Dhino tertantang. Maklum doi fans berat semua produk keluaran Honda. Selanjutnya dari ngelamun melihat headlamp depan CS-1 ini, doi lantas terbesit dibenaknya sosok kepala bak Spiderman.
KAKI-KAKI:
Sokbreker depan digusur upside down bertabung gas dengan gawangan cakram 32mm merk PSM.Cengkeramnya dilayani kaliper Nissin 4 piston, klop! Buat belakang dipakai PSM dengan kaliper semerk. Sekujur mesin, dan bagian kaki-kaki langsung dilebur krom yang dicandytone emas. Mantap!
BODI AIRBRUSH:
Makin menguatkan kesan si pahlawan laba-laba, sekujur bodi diairbrush jaring laba-laba. “ aku bikinkan di Atim Airbrush Tuban,” ucap Dino. Lampu depan jadi mata spidy dengan logo laba-laba di atasnya. Supaya makin ciamik, bodi tengahnya dicat biru doff. Sosok spiderman langsung keliatan.
DETAIL:
Mendongkrak garangnya spider 1, custom plat besi model jaring laba-laba ditambahkan sebagai asesoris. Tuh banyak banget jaring-jaring yang dibikin. Uniknya fairing bawahnya dibikin bak jaring dari plat besi yang juga berfungsi sebagai standart tengah. Motifnya juga jaring-jaring dibikin empat buah agar posisi motor bisa tegak, “Sugik yang bikin sampai nggak bisa tidur mikirin motif ini,” kisahnya. Jaring dari besi ini juga menjalar ke cover knalpot, jok, cover sepatbor, spion, dan aseso lainnya. Bisa buat melekat ke dinding gak ya? He..he..
IBE:
Nggak mau nanggung, batok stang CS1 yang gendut langsung dihilangkan spidonya. “Banyak yang bilang spido ini jelek, makanya tempatnya digusur ke tengah,” kata pengaplikasi karbu NSR SP ini. Sebaliknya spidometer ini dibaliknya ditempati sound system. Head unitnya pakai layar 4 inch merk Newman ditempatkan di balik windshield depan. Buat pengisian dipakai dua aki, satu ditempatkan di posisi awal, sedang satunya pakai aki mobil dengan memotong tempat bensin hingga susut 2 liter saja. “Buat pengisian tinggal pencet tombol-tombol yang ada di batok stang, “ tutup Dhino. (Sumber: Oto Trend)

Yamaha Scorpio 2008 (Jakarta)





Pengecilan Dimensi Intruder

Di kepala Imam Syafei, banyak sekali desain yang mau dicontek buat modif Yamaha Scorpio miliknya. ”Seperti lihat di MOTOR Plus, ia kesemsem model Honda Goldwings. Ia juga suka bentuk utuh Suzuki Intruder,” jelas Wiryady alias Ajie Thunder asal Fajar Makmur Modification.
Menurut Ajie, Imam yang klub BRI-Kers Jakarta itu kepincut beberapa varian beken. Namun anehnya, saat ditanya Ajie lewat telepon, Bang Imam belum punya motor. “Makanya saya beli Scorpio. Waktu itu kilometernya masih nol, langsung saya boyong ke Adjie,” enteng pegawai BRI ini.
Soal taste alias selera, Imam nggak suka sport juga streetfigher. ”Maunya desain yang secara ergonomi santai. Makanya pilihan chopper sangat tepat,” ungkapnya lagi.
Dari situ, Ajie cepat tanggap. Scorpio yang sudah nongkrong di bengkelnya langsung dirombak. Baginya, sasis dari center bone ke depan sudah tak perlu dievaluasi. ”Saya ubah dari tengah ke belakang. Dibuat baru sama sekali,” tekad Ajie yang aslinya tukang servis AC pindah haluan jadi builder.
Tujuannya jelas. Konstruksi Scorpio yang siaga dan agak tinggi tidak mungkin bisa dipertahankan untuk jarahan chopper. Makanya dari tengah ke belakang, ia perlu membuat sasis baru yang agak ke bawah, termasuk lengan ayun sumbangan Honda Steed 400.
Dari situ bentuk dasar didapat. Adjie sertamerta membuat tangki chopper plus sepatbor ala ducktail sesuai genrenya. “Setang bullhorned termasuk raiser kami buat sendiri. Detail macam lampu depan belakang variasi moge dan penguatan di kaki-kaki yakni sok depan upside down Aprilia,” kata builder
Sentuhan akhir, Fajar Makmur sreg memilih knalpot Honda Shadow agar suaranya ngebas. Wuzzzz...

KOMENTAR EM-PLUS
Kerapihan tim Fajar Makmur soal menata chopper full dressed model begini patut diacungi jempol. Seperti sepatbor belakang yang mendekati ducktail memang cocok untuk karakter motor rapi dan tidak terkesan liar. Padahal bengkel modifikasi ini tidak sepsialis chopper lho.
Tak cuma itu, untuk menyeimbangkan tangki gede di bagian atas, girboks palsu berbahan fiber cukup berhasil. Apalagi boks kiri-kanan yang buatan dewek cukup rapih dan membawa nuansa elegan di motor ini.
Mungkin agar tampak semakin padat, Ajie merancang knalpot 1-2 untuk motor ini. Kalau boleh komentar, kesan ‘berat’ semakin kuat. Tapi jika memang maksudnya agar motor tampak semakin berisi, owner dan builder tergolong berhasil. Hanya saja konsep clean, simpel dan kejujuran desain harus sedikit ngalah.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/80-18 inci
Ban belakang : Battlax 250-17 inci
Pelek depan : 3 x 18 inci 3 inci
Pelek belakang : 7,5 x 17 inci
(Sumber: Motor Plus Online)

Kawasaki Ninja 250 2008 (Karawang)



Biasa banget kalau lengan ayun moge dipakai untuk modifikasi. Tinggal beli dan pasang, beres. Beda sama Adi ‘Gondes’ Setiawan yang tidak mau dibilang biasa itu. Builder dari Gondes Modification ini ogah memanfaatkan komponen moge dalam bekarya. Doi percaya bisa dibuat pakai tangan alias handmade.
Gondes yang boleh dibilang Gondrong Ndeso ini bikin lengan ayun dan sepatbor kolong pakai pelat di Kawasaki Ninja 250R. Kelebihan part yang dibikin Gondes enggak mengorbankan main frame atau subframe. “Diameter as lengan ayun tetap pakai standar. Sumbu roda pun tetap seperti semual,” beber Gondes yang asli Pemalang, Jawa Tengah itu.
Berbeda kalau pakai komponen limbah. Pastinya bawaan standar bodi motor bakal berubah. Ukuran atau dimensi ori bisa jadi sudah nggak kepakai. Ujung-ujungnya dana lebih banyak. “Saya pakai jauh pun nggak ada masalah,” celetuk Tatang Hermawan, pemilik Ninja 250R.
Makanya, ada baiknya mengikuti jejak Gondes. Mengandalkan keahlian bikin komponen berarti memajukan sumber daya manusia Indonesia. Tidak bergantung sama produk luar negeri yang pastinya duit kita malah lari ke negeri seberang. Wah, itu sih bukan bikers Indonesia banget.
Kalau bicara builder, sejatinya keahlian merancang dan membuat komponen sendiri mesti dihargai dibanding beli jadi. Seperti builder di luar negeri, handmade jadi parameter. Semakin besar nama sang modifikator, semakin baik karya handmade yang dihasilkan. Makanya, Gondes tetap percaya keahliannya bikin part akan lebih cepat diterima. Mengandalkan pelat 3 mm dan menghabiskan pelat tiga meteran, bikin lengan ayun model moge 600 cc. “Sulitnya saat pelat dibentuk seperti swing-arm yang diinginkan. Terus, lebar lengan ayun bisa masuk ban 190 mm,” beber warga Puri Kosambi, Blok CC, No. 29, Karawang Timur.
Enggak berhenti samapi di sini. Masalah posisi rantai pun dipikirkan. Lubang jalur rantai dirancang tanpa sedikit terjadi gesekan dengan lengan ayun. Jadi, aman dan awet buat rantai.

SEPATBOR PELAT
Pemilihan pelat merembet juga ke sepatbor. Bukannya lebih banyak yang menggunakan fiber? Tapi diyakini, pakai pelat jauh lebih awet. Bahan pelat enggak gampang retak atau patah karena gesekan.
Lempengan logam yang dipakai Gondes tebalnya 1 mm. Ringan dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Supaya posisinya enggak dan juga bisa mengurangi efek getar jika dipasang dengan baut 6 mm.
Handmade memang bikin semuanya jadi mesti terukur!

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Batllax 120/55-17
Ban belakang : 190/50-17
Pelek depan : Honda CBR400
Pelek belakang : Kawasaki ZX600
Sok depan : Suzuki GSX400

(Sumber: Motor Plus Online)

Siapa Bakal Fight Lebih?


Pertarungan antara motorsport kelas 200 cc, bakal lebih seru dengan akan hadirnya Kanzen Roadwin 200 di pasaran. Lalu, bagaimana dengan sport yang baru saja launching ya? Kiranya bakal fight atau nggak!
Jangankan sampeyan, kita aja penasaran. Makanya Em-Plus coba komparasi soal fitur dan desain yang ditawarkan ke konsumen. Komparasi dilakukan antar tiga motor laki unggulan, Honda New Tiger Revolution, Bajaj Pulsar 200 DTS-I dan Kanzen Roadwin 200. Telaahan paling dominan adalah soal fitur yang jadi aspek utama konsumen membeli motor.
Ketiganya punya range harga di atas Rp 15 jutaan. Artinya, mereka tak hanya dipandang sebagai tranportasi daily use, tapi sudah masuk wilayah lifestyle, aktivitas hobi baik turing atau sekadat imej. Let’s see…
JARUM VS DIGITAL
Saat berkendara, pandangan mata kadang tak hanya tertuju pada jalan. Tetapi, ada kemungkinan kalau pengendara melakukan pengecekan sistem kerja motor lewat spidometer. Artinya, fungsi spido jangan dianggap remeh.
Nah di antara ketiga motor sport itu, spidometer milik Bajaj Pulsar tergolong canggih. Itu karena Pulsar menawarkan teknologi digital. Bukan lagi jarum untuk menunjukan angka kecepatan dan odometer.
Begitunya, pengendara tidak perlu membuang waktu sedikit lebih lama ketimbang membaca angka kecepatan yang dipandu jarum. Jadi, konsentrasi pengendara untuk tetap memperhatikan jalan di depan sedikit lebih besar.
Justru sedikit lebih menarik kalau komparasi spidometer dilakukan antara New Tiger Revo dengan Roadwin 200. Ketika Tiger menawarkan konsep berbeda macam A-simetris, maka Roadwin justru tampil layaknya spidometer Tiger generasi lama.
Ya! Dengan konsep panel dasar putih, bentuk dan model indikatornya pun tidak jauh beda. Mungkinkah seharusnya Roadwin sedikit lebih canggih? Mengingat konsep desain bodi dan sasis yang ditawarkan layaknya streetbike ala Italia.
Untuk soal ini Edi Setiadi pengamat desain dan dosen FSRD ITENAS memberi gambaran. Yang jelas desain di spidometer haruslah informatif. Untuk Honda dan Kanzen misalnya, petunjuk bahaya dalam kecepatan tertentu tidak tertera. Sedang dalam Bajaj, konsep digital lebih memudahkan pengamatan. “Apalagi petunjuk di luar kecepatan dan RPM tergolong lengkap. Di sisi ini spido Bajaj jelas unggul,” kata Edi.

PENDINGINAN LEBIH
Bajaj Pulsar terasa lebih jeli untuk mendekati konsumennya. Ini terlihat dari fitur pendinginan lebih yang ditawarkan. Meski hanya sebatas oil cooler, bukan radiator, tapi tentunya fitur ini tak ada di dua kompetitornya.
Begitunya, gejala mesin terlalu panas pun bisa diredam. Dan juga, mutu oli tetap terjaga akibat sirkulasi yang dilakukan lewat oil cooler itu. Sementara, di Honda New Tiger Revolution dan Kanzen Roadwin 200 tetap mengaplikasi pendingin udara.

MONO VS DUAL SHOCK

Teknologi model sok belakang juga jadi pertimbangan kala konsumen membeli motor. Betul? Nah, di antara ketiganya, Kanzen Roadwin 200 menawarkan konsep monosok. Sedang dua kompetitornya tetap bertahan dengan gaya dual atau dua sok belakang. Untuk soal fungsi, kemampuan atau kestabilan sok dua juga enggak kalah hebat sih. Sebab dari Honda New Tiger Revolution dan Bajaj Pulsar 200 juga menawarkan peredam kejut yang dilengkapi dengan fitur gas. So, empuk dong!
Kalau bicara estetika tentu lain lagi. Virus atau tren motor modern adalah clean and simpel. Apalagi untuk yang bergaya sporty seperti yang ditawarkan ketiganya. Di sini gaya monosok tentu lebih dilirik dan up to date. Di soal ini, Kanzen boleh bangga!

LED LAMP
Buat penerangan di lampu belakang, nampaknya Kanzen kudu mengalah dengan Tiger dan Pulsar. Itu karena kedua kompetitornya mengaplikasi model LED. Begitunya selain daya pancar cahaya yang dihasilkan kompetitor lebih terang, juga lebih hemat arus listrik.
Soal bentuk, desain lampu yang ditawarkan Pulsar dan Tiger pun enggak kalah menarik. Dengan mika putih, lampu belakang Bajaj terlihat futuristik. Githu juga dengan New Tiger yang membedakan antara mika lampu rem dengan lampu malam. Jadi lebih mudah dicermati pengendara di belakang. Ngomong soal Lampu. Desain Tiger berani tampil beda lewat konsep asimetrisnya

DESAIN BODYWORK SECARA KESELURUHAN
Konsep double down tube yang dipakai Kanzen lumayan mencuri perhatian. Apalagi desain yang dia pilih cukup clean dan simpel. Lekukannya juga minimalis tanpa mengesampingkan kesan gahar di motor laki. Yang pasti, pilihan monosok jadi keunggulan yang berdampak pada desain keseluruhan.
Honda dan Pulsar lain lagi. Untuk Honda, kesan futuristik khas cruiser Eropa lewat asimetris dan detail yang rapi jadi pertimbangan. Apalagi motor ini ada dalam naungan pabrikan yang sudah melegenda di benak bikers Indonesia.
Sedang Bajaj sebagai new comers, cukup berani dengan desain brasa Italia-nya. Buntut meruncing dengan desain lampu yang ekstraordinary jadi evaluasi tersendiri. “Tapi di soal streamline, Honda lebih terasa,” nilai Goy Gautama, dosen senirupa ITB yang juga pengamat desain motor asal Bandung. Ia juga didaulat jadi juri di MOTOR Plus Award 2008 bersama Edi Setiadi.(Sumber: Motor Plus Online)

Lampu Smash Bikin Keren


Honda Mega Pro pakai lampu rem Suzuki Smash (gbr. 1). Selain ganteng dan gaya, aplikasi ini lumayan hemat. Soalnya kalau pakai lampu asli gampang patah. Kan sein dan lampu rem memang terpisah. “Kena senggol dikit atau saat parkir di tempat padat,”

Untuk pasang lampu rem Smash di Mega Pro kita perlu merombak merombak bagian atas dan bawah cover buritan rumah batok lampu Mega Pro terlebih dulu. Caranya dipotong pakai cutter dan dibentuk mengikuti kontur lampu rem Smash. Tapi sebelum dimodif beli dulu lampu rem Smash yang dilego kisaran Rp 50.000.

Kalau sudah dapat, sekarang tinggal bikin dudukan lampu. Biar gampang, pakai pelat tipis 2 mm yang dibentuk mirip huruf T (gbr. 2). Kemudian, lubangi masing-masing ujung pelat pakai mata bor 8 mm. “Utamakan bagian yang rata jarak lubangnya. Ikuti dua baut yang terpasang pada lampu rem. Sebab lubang ini bakal jadi adaptor lampu rem yang diikat mur 10.

Jika pelat sudah berlubang semua, bagian lubang atau batang pelat lainnya bisa ditekuk. Buat sekaligus lubangi pakai mata bor 8 mm tepat di atas cover belakang. Lubang itu nantinya bakal dijadikan dudukan lampu rem bagian atas.

Baru deh lampu rem Smash bisa dipasang dengan cara memasukan lampu bebek Suzuki itu langsung ke cover belakang. Kemudian ikat mur dan baut pakai kunci 10.
Sip, dan pasti lebih keren.

******************************************

video-entry

featured-content

featured-content

featured-content

featured-content