featured-content
Polres Tanahdatar Kantongi Nama Pembakar Istano Silinduang Bulan


Kapolres Tanahdatar AKBP Teguh Trisasongko mengatakan pihaknya sudang mengantongi nama-nama yang diduga telah sengaja melakukan pembakaran Istano Silinduang Bulan, Minggu (21/3) pukul 01.20 WIB lalu.
"Setelah hasil Labfor keluar, dan dinyatakan kuat dugaan bahwa Istano Silinduang Bulan sengaja dibakar, maka kita langsung membuat tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Tim sudah turun ke lapangan dan beberapa nama sudah kita kantongi," ungkap Teguh, Selasa (18/5) di Pagaruyung.
Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Indra Rusdi ini, belum bersedia mengungkapkan nama-nama pembakar Istano kebanggaan masyarakat Tanahdatar tersebut.
"Karena ini masih dalam penyelidikan, kita belum dapat mengungkapkan di media, nanti timbul fitnah. Namun dalam waktu dekat nama-nama mereka akan kita buka," tegas Kapolres.
Ia menyebut asal api yang menghanguskan Istano Silinduang Bulan berasal dari lima titik api di tiang-tiang rumah gadang. Hasil Tim Labfor Polda Sumut tidak menyebutkan api yang cepat melalap dinding Istano disebabkan minyak tanah atau bensin.
Mantan Kapolres Mentawai ini menambahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Kesaksian mereka baru sebatas proses kejadian terbakarnya Istano, orang-orang yang dekat dengan kerabat Kerajaan Pagaruyung serta mereka yang juga punya konflik seputar penobatan Pewaris Kerajaan Pagaruyung.
Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik Polri telah melakukan pemeriksaan di 12 titik di lokasi kebakaran Istano Si Linduang Bulan. Beberapa sampel seperti abu, arang, dan kabel listrik sudah dibawa Labfor Polda Sumut.
Ketua Tim Labfor Polri AKBP Sodiq Pratomo, SSi.MSi menyebut penyebab kebakaran bisa dari alam, listrik, bahan kimia, mikrobiologi, dan api terbuka seperti kelalaian dan kesengajaan.
Waktu itu Sodiq menyebut sumber api yang melalap Istano Si Linduang Bulan bukan berasal dari alam seperti petir dan bahan kimia.
Tim Labfor selain melakukan identifikasi lokasi, juga meminta keterangan kepada empat orang saksi yang melihat kebakaran tersebut terjadi yaitu, Rismawati, Hendri, Zul, dan Puti Reno Raudha Thaib.
Kebakaran Istano Si Linduang Bulan sudah yang keempat kalinya. Kebakaran pertama pada tahun 1569, kemudian tahun 1808, 1961, dan saat ini 2010.
Disebutkan, kebakaran yang terjadi sekitar Minggu hanya menghanguskan perlengkapan upacara kebesaran, makan, dulang, carano, duplikat silsilah dan ranji limbago, sedangkan benda-benda cagar budaya tidak terbakar.
Istano Si Linduang Bulan mulai diresmikan pemakaian pada 21 Desember 1989 oleh Pucuak Limbago Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyung dan Niniak Mamak Nagari Pagaruyuang. Sedang secara pemerintahan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi RI Soesilo Soedarman pada 23 Desember 1989.
Arsitek dan perancang bangun rumah gadang Istano adalah Ir. Syahrizal, Lulusan Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta Padang (saat ini menjabat Sekretaris Dinas PU Kota Pariaman), yang membuat gonjong Malin Kayo, membuat ukiran Mak Uniang Syamsuar Hamid (alm).
Luas areal komplek Istano Si Linduang Bulan 0,5 Ha, ukuran rumah gadang Istano 28 x 18 meter, jumlah gonjong 7 buah, rangkiang 2 buah dengan nama Sibayau-bayau dan Sitinjau Lauik.
Pembangunannya dibantu dana H. Amunizal Amin Dt. Rajo Batuah, Azwar Anas Dt Rajo Sulaiman, dan Raja Negeri Sembilan Tuanku Ja'far. Sedangkan gagasan pembangunan dari dunsanak Malaysia yakni Tansri Dt. Raja Khalid dan Raja Syahminan.(Sumber Antara Sumbar)
Cuplikan Buku Membongkar Gurita Cikeas
Skandal Bank Century kian bergulir panas. Masalah ini menjadi heboh sebab ada tudingan yang menyebut kucuran dana bail out (penyelamatan) untuk Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun mengalir ke tim kampanye Partai Demokrat dan tim pemenangan SBY-Boediono pada Pilpres lalu.
Dugaan itu muncul dengan indikasi Hartati Murdaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan Boedi Sampoerna, salah satu penerus keluarga Sampoerna, yang notabene nasabah kakap Bank Century merupakan penyokong dana Partai Demokrat.
Sebelum Bank Century diambil alih LPS, Boedi Sampoerna, seorang cucu pendiri pabrik rokok PT HM Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan Rp 1,895 triliun pada November 2008, sedang simpanan Hartati Murdaya Rp 321 miliar.
George Junus Aditjondro dalam bukunya yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas : Di Balik Skandal Bank Century, yang menghubung-hubungkan Century dengan Partai Demokrat dan orang-orang dekat SBY.
Buku itu tidak secara khusus membahas rahasia di balik skandal Bank Century, apalagi secara khusus mengupas aliran dana dari Century ke Partai Demokrat atau ke Tim Pemenangan SBY-Boediono, melainkan lebih luas lagi, yakni menjawab rahasia di balik kemenangan fantastis Partai Demokrat.
Menurut George, pria asal Pekalongan, Jawa Tengah ini, dukungan terhadap SBY dimulai Hartati menjelang Pemilu 2004 dan kian meningkat menjelang Pemilu 2009. Pengelola Arena Pekan Raya tersebut berulang kali menyediakan gelanggang promosi bisnisnya sebagai lokasi kegiatan Partai Demokrat, termasuk Rapimnas Demokrat, 8-9 Februari 2009. Selanjutnya, dalam tim kampanye SBY-Boediono, Hartati menjadi Wakil Koordinator Operasi I.
Sedang investigasi Aditjondro terhadap kelompok Sampoerna, ditemukan adanya dukungan dana Rp 90 miliar kepada kelompok media Jurnal Nasional (Jurnas) yang menurut dia, memang dekat dengan Partai Demokrat dan SBY sejak 2006 hingga 2009. Di saat itu, injeksi dana ke kelompok Jurnas mulai bergeser ke pengusaha-pengusaha yang dekat dengan keluarga Cikeas, di bawah koordinasi Gatot Mudiantoro Suwondo, yang kebetulan Dirut BNI.
Aditjondro kini aktif mengajar di Program Studi Ilmu Religi dan Budaya (IRB) Universitas Sanata Darma Yogyakarta (sejak 2005) itu juga mengungkap hubungan yayasan-yayasan yang berafiliasi ke SBY dan Ny Ani Yudhoyono. Kebutuhan akan dana kampanye yang kian meningkat, terdongkrak oleh besarnya biaya “pencitraan” SBY melalui media, serta luasnya jangkauan kedermawanan yayasan-yayasan tersebut.
Hal itu membuat keluarga Cikeas makin tergantung pada sejumlah pengusaha kakap yang berasal dari era Soeharto, seperti Syamsul Nursalim, Hartati Murdaya, kelompok Sampoerna, serta perusahaan yang muncul di era SBY seperti PT Powertel dan Batik Allure.
Dana kampanye yang begitu besar, kata George, yang sebagian tidak terdaftar di KPU, menimbulkan kerentanan kubu Cikeas terhadap pengusaha dan makelar kasus seperti Artalyta Suryani alias Ayin, bendahara Yayasan Mutu Manikam Nusantara yang juga merupakan pelindung Syamsul Nursalim, pengemplang BLBI yang berhasil mengelabuhi tiga presiden berturut-turut, dan sampai sekarang masih melenggang dengan bebas.
Menyangkut yayasan-yayasan yang dibina SBY dan Ny Ani Yudhoyono, George menjelaskan, kepengurusan yayasan-yayasan ada di tangan sejumlah menteri, mantan menteri, purnawirawan perwira tinggi yang seangkatan SBY, sejumlah pengusaha, dan anggota keluarga besar SBY yang juga terjun di bidang bisnis, seperti Hartanto Edhie Wibowo, Edhie Baskoro Yudhoyono (putra bungsu SBY), serta Anissa Pohan.
Hartanto, yang merupakan adik bungsu Ani Yudhoyono, ungkap George, telah terjun di dunia bisnis serat optik di PT Powertel, bersama adik Menko Perekonomian Hatta Radjasa.
Kata Aditjondro, “Pada awalnya mereka ditengarai mendapat proyek-proyek bagi Powertel sewaktu Hatta Radjasa masih menjabat Menteri Perhubungan. Edhie Baskoro memulai bisnis dalam produksi kue kering dengan berbagai kemudahan, sedang Annisa serta dua mertuanya sudah menjadi promotor Batik Allure.”
“Yayasan-yayasan ini harus berhenti membonceng nama keluarga besar Cikeas. Selain itu, yayasan-yayasan ini harus diaudit oleh auditor independen, dan hasilnya dilaporkan ke parlemen, serta terbuka bagi media,” katanya.
George dalam hal ini tidak mengungkap besaran dana-dana dari yayasan-yayasan tersebut. Justru itu, ia menawarkan dilakukannya audit. Menurut dia, penelitiannya yang tertuang dalam buku itu lebih menggugat apakah kemenangan Demokrat yang fantastif itu dapat dikatakan sebagai kemenangan legal.
Download Buku Membongkar Gurita Cikeas Klik di Sini atau Klik Di Sini
Bloggers’ Train Tours

BEKERJA sama dengan Telkomsel, Palanta kembali membikin hajatan yang asyik punya. Kali ini para Palantaers bakal diajak jalan-jalan menggunakan kereta api dari Kota Padang menuju Kota Pariaman, dalam acara bertajuk “Padang-Pariaman Bloggers’ Train Tours”.
Rencananya, hajatan besar yang betebaran hadiah ini, digelar pada Minggu, 31 Mei 2009 pukul 07.00 WIB. Namun patut diingat, karena keterbatasan tempat, bagi yang berminat ikut, wajib mendaftarkan diri di Forum Palanta. Setiap peserta, khususnya 50 pendaftar pertama akan mendapat t-shirt dari sponsor.
Bagi peserta, akan dikenakan biaya Rp 10.000 buat pembayaran tiket pemberangkatan pulang-pergi. Di luar itu, untuk akomodasi lainnya, seperti makan, minum dan sebagainya, ditanggung peserta sepenuhnya.
Namun begitu, jangan cemas dulu. Biaya yang akan dikeluarkan, dijamin takkan sebanding dengan hadiah dan doorprize yang ditebar Palanta bersama para sponsor. Selain itu, tentu akan ada pengalaman menarik yang didapat selama perjalanan dan ketika berada di lokasi wisata Kota Pariaman.
Hadiah bisa didapat dari dua lomba yang digelar Palanta. Yaitu lomba foto dan lomba posting tulisan seputar perjalanan naik kereta api ini. Hadiahnya? HP, kartu perdana dan souvenir dari Telkomsel. Ditambah lagi hadiah menarik dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Sumbar dan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) Wilayah Padang.
Di luar itu, acara akan di-create sedemikian rupa oleh SIPP FM Event Organizer selama peserta berada di Pantai Gondoriah, Kota Pariaman. Di lokasi ini, doorprize kembali ditebar oleh Telkomsel untuk peserta yang tak hanya dari Palanta, tapi juga puluhan siswa SMA 10 Padang yang telah “dididik” menjadi blogger pemula dalam acara “Asyiknya Ngeblog dengan Telkomsel” pada Sabtu 16 Mei 2009 di sekolah mereka. Para blogger pemula ini, langsung mendapat transfer ilmu dari pembina Palanta Yuhefizar “Ephi Lintau” MKom.
Jadi, jangan mau ketinggalan dengan acara ini. Tak ikut, dijamin menyesal seumur hidup! Informasi Selengkapnya Klik di sini
STKIP PGRI Sumbar Lolos Seleksi Awal PHK Dikti
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat, lolos seleksi awal Program Hibah Kompetisi (PHK) Berbasis Institusi 2009 yang dilaksanakan Direktorak Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti). 
Berdasarkan SK Dikti bernomor 445/D/T/2009 bertanggal 6 April 2009, STKIP PGRI Sumbar bersama 124 perguruan tinggi lainnya dari seluruh penjuru Indonesia dinyatakan lolos seleksi awal yang diikuti 240 perguruan tinggi.
"STKIP PGRI Sumbar merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang lolos seleksi awal. Mudah-mudahan dengan kelengkapan sarana prasarana, STKIP PGRI Sumbar bisa menjadi bagian penerima PHK Dikti tersebut," kata ketua YPLP PGRI Sumatera Barat, H Syofyan Kahar SH
Dia juga mengatakan, seandainya STKIP PGRI Sumbar dinyatakan lolos sebagai penerima Hibah Dikti tersebut, maka akan dipergunakan untuk mendorong kemampuan peningkatan kualitas perguruan tinggi berdasarkan prinsip good university governance.
"Insyaallah, kami optimis bisa lolos seleksi lanjutan. Kalau ini terlaksana, tentu tak hanya menjadi kebanggaan civitas akademika STKIP PGRI Sumbar, tapi juga menjadi kebanggaan lembaga pendidikan tinggi di Sumatera Barat," tambahnya.
Syofyan dalam kesempatan itu juga mengatakan, selain lolos seleksi awal untuk PHK Dikti yang merupakan paket kegiatan Tema A dengan kegiatan utama tata kelola perguruan tinggi, juga lolos seleksi awal untuk paket Tema B terkait mutu, relevansi dan akses.
"Untuk tema A, kalau lolos kita akan mendapatkan hibah sebesar Rp1 miliar. Sedangkan untuk Tema B, perpaketnya mendapatkan hibah Rp500 juta. Dalam hal ini, kami mengajukan untuk dua paket yaitu bidang studi Bahasa Inggeris dan Sejarah," tandasnya mengakhiri.
Delapan Parpol Berbagi Kursi di Dapil II Tanahdatar
Tanahdatar, (ANTARA) - Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu untuk Daerah Pemilihan (Dapil) II Tanahdatar yang meliputi Kecamatan Sungai Tarab, Salimpaung, Tanjuang Baru dan Sungayang, telah selesai dilaksanakan KPU Tanahdatar, kemarin. Hasil dari Rapat Penghitungan Suara pada hari kedua tersebut diperoleh suara sah sebanyak 34.924 suara dengan rincian PPK Sungai Tarab 12.475 suara, Salimpaung 8.831, Tanjuang Baru 5.925, dan Sungayang 7.693. Sementara kursi anggota DPRD yang tersedia untuk Dapil II sebanyak 8 kursi. Sehingga bilangan pembagi untuk perolehan kursi masing-masing partai sebanyak 4.365 suara. Perolehan suara terbesar pada Dapil II Tanahdatar diperoleh Partai Demokrat sebesar 6.426 suara, kemudian disusul Partai Golkar 4.822, PAN 4.477, PPP 3.285, PBB 2.909, PBR 2.627, PKS 2.594 dan Partai Hanura 2.277. Dilihat dari jumlah perolehan suara masing-masing partai tersebut dan bilangan pembagi, maka ke delapan partai politik itu mengantongi masing-masing satu kursi anggota DPRD. Hasil penghitungan sementara diperkirakan Caleg yang bakal melenggang ke Gedung DPRD Tanahdatar adalah Nurhamdi Zahari (Partai Demokrat), HY Dt. Sarindo Nan Putiah (Partai Golkar), Irman (PAN), Yusnelli (PPP), Dedi Admond (PBB), Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo (PBR), Ade Raunas (PKS) dan M Syukur (Partai Hanura). Dari delapan Caleg yang lolos tersebut tiga diantaranya masih duduk sebagai anggota DPRD Tanahdatar 2004-2009 yakni Irman (wakil ketua DPRD), Yusnelli (Anggota Fraksi PPP) dan Ade Raunas (Anggota Fraksi PKS). ( Sumber; Antara-Sumbar)
Isu Koalisi, PKS Terbelah
Sikap Partai Keadilan Sejahtera terkait dengan kemungkinan berkoalisi dengan Partai Demokrat masih terbelah menyusul munculnya kembali opsi duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
Sekretaris Jenderal PKS M Anis Matta sebelumnya menyatakan bahwa partainya bakal menarik diri dari koalisi jika Yudhoyono diduetkan kembali dengan Kalla.
Namun, Wakil Ketua Bidang Politik PKS Zulkieflimansyah di Jakarta, Selasa (14/4), menyebutkan, calon wapres sebaiknya dibicarakan seluruh mitra koalisi. ”Kalau Golkar ikut dan semua mitra koalisi sepakat Pak JK, saya kira PKS akan setuju dan ikut,” kata Zulkieflimansyah.
Zulkieflimansyah menyebutkan, penolakan kader PKS berkoalisi dengan Partai Golkar bisa dipahami. Kenyataannya sampai sekarang kader kedua parpol ini sering berhadap-hadapan di lapangan. ”Tapi, kalau Wiranto saja bisa bertemu dengan Prabowo, masak kita tidak bisa meniru yang bagus?” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menyebutkan bahwa Partai Golkar harus realistis melihat keadaan. Namun, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sudah diminta untuk melakukan komunikasi dan lobi politik, terutama arahnya ke Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat.
Menurutnya, Partai Golkar belum membahas rencana PKS menarik diri. Agung mengatakan, ”Janganlah dibiasakan ancam-mengancam.”
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Charta Politica Bima Arya Sugiarto menilai Partai Amanat Nasional (PAN) dan PKS merupakan partai tengah yang akan memainkan peran penting dalam menentukan koalisi presiden mendatang. Apalagi, kinerja kedua partai itu stabil.
Dalam koalisi untuk mengusulkan kandidat presiden, menurut Bima, PAN mempunyai posisi yang lebih bebas. ”Kalau agak pragmatis, ya bergabung dengan Partai Demokrat. Kalau ingin agak ideologis atau membesarkan partai, mungkin membangun koalisi baru, misalnya dengan Gerindra yang dari segi platform ideologi memang cocok dengan PAN,” ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar Theo Sambuaga mengatakan, Jusuf Kalla memang harus mempertanggungjawabkan perolehan suara partainya yang tidak mencapai target. Namun, pertanggungjawaban Kalla bukan di munas luar biasa, tetapi pada munas reguler yang akan diadakan Desember mendatang.
Forum Rapat Konsultasi Nasional dengan pimpinan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar yang akan diselenggarakan Kamis (16/4) dan rapimnas khusus 23 April mendatang sama sekali tidak membicarakan soal pertanggungjawaban, apalagi untuk menggeser Kalla. Acara itu khusus membahas laporan dan evaluasi hasil pemilu dari seluruh DPD dan membahas rencana koalisi dan pencalonan Kalla sebagai Presiden dan Wapres.
Adapun peneliti senior LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, menilai dimajukannya kembali duet SBY-JK bakal berdampak buruk memecah-belah Partai Golkar. Perpecahan terjadi karena sebagian anggota Golkar akan menilai Kalla tidak konsisten dan tidak bersikap ksatria dengan ucapannya sebelumnya, yaitu deklarasi untuk maju berkompetisi sebagai capres.
”Sebagai orang Sulawesi Selatan, Kalla yang masih memegang kuat adat istiadat suku Bugis mau tidak mau harus mundur dari Ketua Umum Partai Golkar sekaligus tidak maju lagi sebagai calon wapres berpasangan dengan capres Yudhoyono,” ujar Ikrar. ( Sumber: Kompas )
KRONOLOGIS KEJADIAN GALODO GUNUNG MERAPI TANAH DATAR
Bencana banjir bandang yang melanda Tanah Datar
Pagi Senin,30 Maret 2009,hujan masih mengguyur daerah Gunung Merapi khususnya Tanah Datar pada umumnya. Pada pukul 6.00 WIB, terdengar bunyi gemuruh dari arah Kandang Malabuang di pinggang Gunung Merapi, bunyi gemuruh tersebut adalah dari suara bebatuan, kayu dan lumpur yang meluncur turun (bergelondongan) dihanyut air sepanjang aliran sungai. Pendudukyang tinggal di Pasie Laweh dan sekitarnya, pernah mengalami kejadian semacam ini yang pernah terjadi 30 tahun lalu tepatnya pada tanggal 30 April tahun 1979. Para orangtua yang kenal dengan suara tersebut meneriakkan warga untuk mengungsi ke arah yang lebih tinggi dari aliran sungai. Mereka bergegas menyelamatkan diri dan masih ada juga yang berusaha menyelamatkan ternak sapi dan kerbau, Namun barang-barang rumahtangga memang tidak dapat diselamatkan.
Suara gemuruh galodo tersebut memang sampai terdengar ke daerah Koto Panjang di Kecamatan Sungai Tarab yang dilalui oleh air galodo.
Menurut saksi mata, terjadi 3 kali aliran ‘aia gadang’ setelah pukul 6pagi, sekali lagi terjadi pada pukul 6.30pagi. Terakhir pada pukul 8pagi. Ke tiga kali aliran ‘aia gadang’ tersebut menghanyutkan Batang Kayu, ternak, sawah dan kebun masyarakat serta mengikis sebagian besar tanah di tepian sungai yang dilaluinya, bahkan tidak sedikit kebun masyarakat di sepanjang aliran air tersebut yang hanyut. Serta air yang meluap juga menggenangi berhektar hektar sawah.
Di daerah Tanjung, Kecamatan Sungayang yang dilalui oleh air bah tersebut melanda sebuah Rumah Ibadah, Mesjid Raya Tanjung. Aliran air yang sudah bercampur lumpur 'menghanyutkan isi mesjid tersebut. Air beserta lumpur memasuki Mesjid karena aliran sungai sempat terhalang kayu besar yang hanyut ditambah lagi karena lokasi mesjid yang tidak lebih tinggi dari sungai.
Tim SAR yang turun ke lokasi kemaren, 31 Maret 2009 melaporkan bahwa terdapat 3 titik genangan air/telaga di pinggang gunung Merapi yang harus diwaspadai. Sedangkan Tim dari Pemerintah Tanah Datar, Polisi Kehutanan, TNI dan Polri beserta Tim SAR akan naik langsung ke lokasi lereng Gunung Merapi tersebut besok 2 April 2009 untuk lebih dekat melihat kondisi Telaga-telaga yang menyimpan air dimaksud, sehingga dapat dibuat kebijakan tepat untuk penanggungan ke depan. (Sumber:tanah datar.go.id)
Bencana Galodo Landa Kabupaten Tanah Datar



BENCANA..Galodo (Air Bah) melanda 5 kecamatan di kabupaten Tanah Datar Senin (30/3) sekitar jam 6.30 WIB. Dari 5 kecamatan tersebut kecamatan Sungai Tarab termasuk yang terparah, karena sejumlah nagari seperti Pasia Laweh, Sungai Tarab dan lain-lain terkena air baha yang datang secara tiba-tiba, diperkirakan akibat bobolnya telaga di pinggang gunung Merapi.
Dari data sementara yang berhasil dikumpulkan, di kenagarian Pasia Laweh kecamatan Sungai Tarab 35 KK dengan 148 jiwa dan 1 orang meninggal, 13 ternak dihanyutkan air, 22 rumah rusak, 9 diantaranya dihanyutkan air, 1 mesjid dan 2 mushalla rusak serta 30 hektar sawah tertimbun lumpur. Pasar Pasia Laweh yang baru saja dibangun ludes tersapu galodo.
Sementara di Tanjung Alam kecamatan Tanjung Baru 50 hektar sawah tertimbun tanah, masing-masing di jorong Bayua, Gantiang Ateh dan Gantiang Bawah, sedangkan di jorong Ampaleh 2 Kepala Bandar (Irigasi) rusak. Selanjutnya di Lurah Ampuah jorong Kandang Malabuang kenagarian Lawang Mandahiliang 20 KK dengan 150 jiwa terisolasi akibat jembatan yang menghubungkan ke jalan raya terputus.
Di Koto Panjang kecamatan Sungai Tarab 8 ekor sapi dihanyutkan air dan seorang wanita bernama Ayu terluka. Sedangkan di Pakarak Pagaruyuang dilaporkan 3 ternak juga hanyut dibawa air bah.
Camat Padang Ganting Drs.Aslamuddin, Msi ketika dihubungi melaporkan, seorang mayat laki-laki berusia sekitar 60 tahun ditemukan di Surau Pasia jorong Dani nagari Padang Ganting. Diduga mayat ini berasal dari Koto Panjang, karena ada yang mengaku keluarganya hanyut dibawa air. Korban meninggal ini segera di bawa ke RSU Mohd.Ali Hanafiah Batusangkar.Ketika dikonfirmasikan kepada Pimpinan RSU dr. H.Zunirman ternyata korban yang ditemukan di Padang Ganting ini bernama Yuliar berusia 68 tahun berasal dari Koto Panjang kecamatan Sungai Tarab.
Dari data yang berhasil dihimpun, setidaknya 5 jembatan putus akibat dihantam air, diantaranya jembatan yang menghubungkan Sungai Tarab dengan Ladang Koto, jembatan Lakuang Padang Jaya, jembatan Lurah Ampuah, jembatan Pincuran Dama dan Pincuran Talo Supayang serta jembatan Talao Situmbuak kecamatan Salimpaung.
Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang dialami masyarakat, namun yang jelas ratusan hektar yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat rusak berat dan perlu penanganan serius untuk dapat difungsikan kembali.
Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe dan Wakil Bupati Aulizul Syuib yang semulanya akan melantik 4 Wali Nagari pada 4 nagari belum kesampaian, karena Kepala Daerah dan Wakil Daerah lebih mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang terkena musibah. Dari pagi hingga berita ini diturunkan, Bupati dan Wakil Bupati masih terus memonitor ke lokasi yang tekena bencana alam.
Kronologis Kejadian
Bencana banjir bandang (Galodo) yang melanda Tanah Datar ini berawal dari hujan lebat yang mengguyur daerah ini sejak minggu sekitar jam 18.00 Wib (menjelang magrib) hingga pagi. Telaga –telaga kecil yang berada dipinggang gunung Merapi tidak sanggup lagi menahan air hujan, sehingga bobol. Akibatnya air deras dan cukup besar mengalir melalui sungai kecil dan batang selo membawa pepohonan dan melanda rumah masyarakat sekitar pinggiran sungai sepanjang 30 KM.
Kejadian semacam ini pernah terjadi pada tahun 1979 menelan banyak korban meninggal dunia, namun kali ini kejadiannya dipagi hari sehingga sebahagian masyarakat dapat menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman. Meskipun korban meninggal tidak seberapa, namun rumah, sawah, ternak, tempat ibadah serta sarana jalan dan jembatan mengalami rusak berat yang jelas berdampak terhadap perekonomian masyarakat.(Sumber: Pemkab Tanah Datar)
Kepala manusia, Tubuh Gurita (Gurita ber-kepala manusia)

Ini nih yang aneh, di Berok Nipah Padang, Sumatera Barat. dikejutkan dengan binatang yang bernama gurita tapi memiliki kepala yang mirip banget dengan manusia. Aneh tapi nyata, itulah yang dialami warga Padang dikejutkan oleh gurita yang dimasak menyerupai kepala manusia, Minggu kemarin.
Menurut Ita, peristiwa itu berawal ketika dia memasak gurita. Tiba-tiba, mendadak kepala gurita yang dimasaknya nongol di dalam kuali. Dia langsung terperangah karena gurita yang dimasak tak seperti biasanya.
“Saya terkejut. Ketika saya masak gurita, mendadak kepala gurita itu nongol di dalam kuali menyerupai kepala manusia,” katanya.
Sontak dia mengurungkan melanjutkan memasak cumi tersebut. Kemudian dia langsung memberitahu suaminya Siman (42) bahwa cumi yang dimasak tersebut berkepala manusia.
Sementara, warga yang ada di kawasan tersebut menjadi heboh karena digegerkan isu gurita berkepala manusia. Mereka menyerbu rumah Ita untuk melihat peristiwa aneh tersebut.
“Gurita itu saya dapat dari suami saya yang dibelinya dari kapal pengangkut ikan dari Sipora Mentawai, karena rumah kami kecil terpaksa kami pajang di depan rumah,” katanya.
Dari pantauan okezone di lapangan, kepala gurita tersebut memiliki 2 mata, telinga, hidung dan bibir serta memiliki buah dada yang menonjol ke depan. Sementara ukuran gurita itu panjangnya kira-kira 20 cm. Diperkirakan gurita tersebut berkelamin perempuan.
Kini gurita itu ramai dikunjungi warga. Ada beberapa warga yang mendokumentasikan gurita tersebut dengan kamera handphone. Bahkan pemilik gurita tersebut minta sumbangan kepada warga yang datang dan mendokumentasikannya. (Sumber: Oke Zone)


